Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Komisi I Minta Tender 3G Tak Perlu Ditunda Lagi

Komisi I Minta Tender 3G Tak Perlu Ditunda Lagi


- detikInet

BTS 3G (inet)
Jakarta - Komisi I DPR RI meminta kepada Kementerian Kominfo agar segera menggelar tender 3G tahap ketiga yang memperebutkan dua kanal tersisa di blok 11 dan 12 pita frekuensi 2,1 GHz.

"Tender 3G ini sudah tertunda empat kali. Sudah seharusnya tender segera dijalankan pemerintah. Urusan pembersihan kanal 11-12 seharusnya dipercepat dan tidak perlu ditunda lagi," ujar anggota Komisi I DPR RI Roy suryo kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta.

Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq juga meminta kepada Kominfo agar segera mencarikan solusi terkait hambatan dalam tender ini. Termasuk pembersihan kanal yang masih interferensi dengan guardband milik Smartfren Telecom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak pertimbangan yang dijalankan pemerintah, karena pemerintah masih mencari solusi yang terbaik dengan operator," kata Mahfudz usai memimpin rapat kerja dengan Menkominfo Tifatul Sembiring, Senin (28/5/2012).

Sementara anggota Komisi I lainnya, Tantowi Yahya menegaskan, pemerintah harus memberikan informasi yang update tentang apa saja kendala yang dihadapi agar segera
mencari solusi dalam tender 3G tersebut.

"Harus ada solusi dan ketegasan pemerintah karena ini menyangkut industri dan kepentingan rakyat," kata dia.

Ditemui usai rapat dengan Komisi I, Menkominfo menjelaskan, saat ini pemerintah masih mengusahakan tender 3G segera dilaksanakan meski sudah mengalami penundaan empat kali.

"Sekarang belum bisa karena masih ada beberapa hal teknis yang harus diselesaikan karena ini menyangkut delapan regulasi. Tapi tahun ini proses tender akan selesai, Insya Allah Juni atau Juli ini," ucap Tifatul.

Dirjen Perangkat Pos dan Telekomunikasi Muhammad Budi Setiawan mengatakan, lelang dua kanal 3G yang tersisa nanti akan menggunakan sistim beauty contest.

"Dan bukan pemerintah yang akan membersihkan interferensi kanalnya, tapi operator pemenang lelang. Untuk membersihkan murah kok alatnya, cuma Rp 1 juta per titik," tandas Budi.

(rou/ash)







Hide Ads