Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Musisi Curhat Soal Pembajakan & Pencurian Pulsa ke Bareskrim

Musisi Curhat Soal Pembajakan & Pencurian Pulsa ke Bareskrim


- detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Dua musisi senior Sam Bimbo dan James F. Sundah kembali mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Selasa (3/4/2012). Dalam pertemuan yang diterima Wakil Direktur Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Rakhmat Sunarto dan tim, mereka curhat soal pembajakan hingga pencurian pulsa.

Sam Bimbo menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan sebuah sesi sharing knowledge. Dimana topik yang diangkat terkait masalah pembajakan musik dalam bentuk fisik (CD/VCD/DVD & kaset) serta digital, pelanggaran HKI dan isu pencurian pulsa yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan.

"Seperti yang telah diketahui bahwa masalah tersebut di atas membuat gerah semua kalangan karena sangat merugikan semua pihak," tukas Sam dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertemuan ini dimaksudkan untuk dapat mengantisipasi dan mencegah bagaimana masalah-masalah yang sudah terjadi dapat ditanggulangi dan berharap semoga industri musik akan berjalan lebih baik di masa depan," lanjutnya.

Industri musik pada saat ini dan di masa yang akan datang lebih banyak menggunakan teknologi digital. Sam pun mendambakan adanya transparasi data yang dapat diakses oleh semua pihak pemegang hak (stakeholder), agar tercipta sistem yang sehat dan termonitor khususnya untuk distribusi lagu digital, apakah dalam bentuk RBT maupun bentuk lain.

"Alhamdulillah dari Pihak kepolisian sangat menghargai masukan dan saran dari kami semua, dan berniat untuk mendukung kami dan rekan-rekan musisi lainnya untuk menanggulangi masalah yang terjadi," lanjutnya.

Upaya penanggulangan pembajakan lagu dalam bentuk fisik akan tetap selalu dilakukan oleh kepolisian.

"Sementara untuk bentuk digital (RBT dan lainnya), musisi & pihak kepolisian sepakat bahwa perlunya kebersamaan dari semua pihak (badan legislatif, instansi pemerintah, aparat yang berwenang, industri musik dan musisi) untuk duduk bersama memikirkan dan bertindak dalam upaya menciptakan kebijakan yang dapat mengatur adanya sistem secara transparan ini," Sam menandaskan.

Sehari sebelumnya, Sam dan James sejatinya sudah mendatangi Mabes Polri dan diterima langsung oleh Kabereskrim Komjen Sutarman. Kedatangan mereka kemarin untuk memberikan informasi ke pihak kepolisian terkait perjanjian pembagian keuntungan antara pihak operator, Content Provider, label dan musisi yang tidak jelas.

Sam menjelaskan bahwa selama ini tidak pernah diberi laporan yang jelas mengenai jumlah konsumen yang mendownload lagunya. Begitu pun dengan pembagian keuntungan, ia merasa banyak ketidakjelasan dalam kontrak pembagian keuntungan.

"Karena itu sistemnya yang salah dan saya tidak melihat adanya transparansi karena berapa jumlah yang mendownload lagu saya saya hanya dikasih print out jadinya bisa 'digoreng'," sungut Sam.
(ash/ash)






Hide Ads