Presiden Direktur & CEO XL Axiata Hasnul Suhaimi menyarankan agar para pemain industri telekomunikasi di Indonesia harus secepatnya menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar terhindar dari kehancuran.
"Sudah saatnya para operator di Indonesia mulai menjajaki kerjasama dengan pemain OTT seperti Google, Facebook, dan lainnya untuk bundling konten dalam paket jaringan," ujarnya dalam Indonesian ICT Outlook 2012: Resisting the Doomsday of Big Telco Players, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
Menurut Hasnul, kehadiran layanan OTT sudah tak dapat dihindari lagi. Ketimbang dimusuhi, kata dia, lebih baik mereka digandeng. Sebab, konten layanan yang ditawarkan oleh OTT memang menarik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan OTT jangan dilihat sebagai ancaman, namun sebagai peluang bisnis baru. Kita harus menyikapi tren ini dengan melakukan perubahan. Misalnya dengan menggerakan m-commerce, membiasakan orang dengan online selling," katanya.
"Kemudian, operator bisa lakukan sharing infrastruktur untuk menghemat biaya, ubah skema unlimited menjadi limited data plans, kolaborasi dengan OTT. Bahkan kalau perlu, operator ikut bertransformasi menjadi pemain OTT juga," cetus Hasnul.
Dengan membangun jaringan bersama secara sharing infrastruktur, kata Hasnul, biayanya bisa lebih efisien hingga 40 persen.
"Misalnya, kalau kita membangun dua menara dan base station radio bisa keluar duit Rp 2 miliar, nah untuk mendapat dua kami cukup mengeluarkan Rp 1,2 miliar saja. Uang yang keluar nggak seberapa, yang penting seluruh bisnis terbangun dan dinikmati bersama," tandas Hasnul.
(rou/fyk)