Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Interkoneksi Bisa Jadi Jalan Tengah Bisnis OTT

Interkoneksi Bisa Jadi Jalan Tengah Bisnis OTT


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Suasana acara (rou/inet)
Jakarta -

Bisnis Over the Top (OTT) diakui telah menggerus bisnis operator dari sisi revenue data. Operator mengaku telah dirugikan karena investasi besarnya sebagian besar malah dinikmati oleh raksasa OTT asing.

Mulanya, kehadiran layanan Over the Top (OTT) seperti Google, Microsoft, Facebook, dan Skype, dirasa sangat membantu operator dalam menumbuhkan minat pelanggan akan akses data internet--seiring menurunnya trafik voice dan SMS.

Namun belakangan, semakin besarnya trafik data yang dihabiskan pelanggan untuk mengakses layanan OTT justru membuat operator jengah. Sebab, operator dituntut untuk mengeluarkan investasi besar untuk menjaga performa jaringannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara yang paling banyak menikmati keuntungan dari pola bisnis ini malah pemain OTT yang notabene tak keluar investasi untuk jaringan.

"Nah, solusi yang saya pikir menarik dan fair adalah menerapkan semacam interkoneksi antara telco operator dan pemain OTT," kata Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo, Muhammad Budi Setiawan, dalam Indonesian ICT Outlook 2012: Resisting the Doomsday of Big Telco Players, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (14/3/2012).

Menurutnya, teknis detail dari wacana penerapan interkoneksi itu perlu dipelajari lagi. Kata Budi, teknisnya tengah didalami oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

"Sementara penerapannya di Indonesia, tentu harus menunggu inisiasi yang dijalankan secara global," ucapnya.

Jika solusi interkoneksi ini diperlukan pada saatnya, menurut Budi, maka penerapan business to business (B2B) antara operator telekomunikasi di Indonesia dan perusahaan OTT yang ada di luar negeri, atau sudah punya badan usaha di Indonesia harus dalam kerangka regulasi lokal/nasional dengan memperhatikan perkembangan global.

"Nantinya ada pembagian antara revenue antara akses dan konten. Misalnya, dengan BlackBerry, nanti akan dibagi hasil revenue trafiknya dengan operator. Pola pembagiannya belum diketahui seperti apa. Untuk saat ini masih dalam proses pengumpulan data," pungkas Budi.

(rou/fyk)





Hide Ads