Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Indosat Mulai Andalkan Bisnis Non-Seluler

Indosat Mulai Andalkan Bisnis Non-Seluler


- detikInet

Jakarta - Bisnis seluler memang masih menjadi andalan Indosat dalam persaingan bisnis telekomunikasi di Indonesia. Namun di sisi lain, pendapatan dari bisnis non-seluler juga mulai menunjukkan pertumbuhan.

"Pendapatan non-seluler meningkat 1,5% didukung oleh peningkatan penggunaan sirkit layanan data," ungkap Presiden Direktur & CEO Indosat Harry Sasongko, dalam keterangan yang diterima detikINET, Selasa (6/3/2012).

Sejak 2011 lalu, hampir seluruh operator telekomunikasi yang mengandalkan bisnis seluler memang mengalami penurunan seiring kian jenuhnya pasar (saturasi) yang kini telah mencapai teledensitas 250 juta nomor pelanggan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak terkecuali dengan Indosat. Meski tetap bisa membukukan peningkatan jumlah pendapatan, namun Harry tak memungkiri rata-rata penggunaan pulsa pelanggan untuk seluler (average revenue per user/ARPU) mengalami penurunan akhir 2011 lalu.

Indosat sendiri membukukan peningkatan 7,4 juta pelanggan dari posisi 44,3 juta di akhir 2010 menjadi 51,7 juta di akhir 2011 dengan peningkatan pendapatan 4,5% dari Rp 16,027 triliun menjadi 16,750 triliun.

Sementara bisnis non-seluler kini berhasil mendapatkan omset Rp 3,826 triliun atau naik 1,5% dibandingkan 2010 sebesar Rp 3,769 triliun.

Pendapatan selular, data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 81%, 13%, dan 6% terhadap pendapatan usaha konsolidasi Indosat.

"Secara total di akhir 2011 lalu kami berhasil meraih omset sebesar Rp 20,576 triliun atau naik 3,9% dibandingkan 2010 sebesar Rp 19,796 triliun," jelas Harry.

Kinerja yang dinilai positif pada top line ini menjadikan laba bersih yang dibukukan Indosat sebesar Rp 835 miliar pada 2011, naik 29% dibandingkan 2010 sebesar Rp 647,2 miliar.

"Terlepas dari terpaan krisis keuangan dalam dunia bisnis sepanjang tahun 2011, kami tetap berupaya untuk fokus dalam meraih pertumbuhan pendapatan yang berkesinambungan, mempunyai nilai dan memberi keuntungan," ujar Harry.

Terkait dengan pembayaran dari transaksi antara perseroan dengan Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), Harry menjelaskan pelunasan akan dilakukan secara bertahap mulai akhir kuartal pertama atau April 2012 nanti.

"Jadi, kinerja yang positif ini tanpa memasukkan transaksi menara kemarin," katanya.

Pada pertengahan Februari 2012, Indosat telah menandatangani dokumen perjanjian penjualan dan penyewaan kembali 2.500 menara senilai total USD 519 juta dolar AS dengan TBIG.

TBIG akan membayar dimuka sebesar USD 409 juta dengan kombinasi uang tunai dan 5 persen saham baru dalam TBIG yang akan diterbitkan melalui Penawaran Umum Terbatas.

Indosat juga akan menjadi penyewa utama menara tersebut hingga 10 tahun ke depan.

(rou/eno)







Hide Ads