Dalam kesempatan itu, Ketua Panja Tantowi Yahya menyampaikan kepada pihak Bareskrim agar tidak perlu takut pada ancaman operator dan content provider (CP) yang di sisi lain juga berprofesi sebagai pengurus partai politik.
"Semua orang sama di depan hukum. Tidak perlu takut kepada perusahaan besar yang mengaku jadi pengurus partai. Kami beri jaminan politik ke Bareskrim," ujarnya, usai bertemu dengan Kepala Bareskrim Komjen Pol Sutarman, di markas Bareskrim, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya adalah Dirut CP Extent Media Yusuf Khyber Hasnoputro. Selain pebisnis, Yusuf juga aktif di Partai Demokrat dengan menjabat sebagai Ketua Biro di DPP Demokrat.
Di sisi lain, bersama dua perusahaan penyelenggaraan jasa konten premium lainnya -- Lintas Inti Makmur dan Planet Evillage Pte -- Extend Media masuk 'daftar hitam'. Sebab, selain tidak memiliki izin penyelenggaraan, ketiganya juga terindikasi kuat melakukan pencurian pulsa karena paling banyak dikeluhkan masyarakat.
Dalam paparan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ketika RDP dengan Komisi I DPR beberapa waktu lalu, ketiga CP tersebut dikenakan sanksi regulatif berupa larangan beroperasi dan kewajiban ganti rugi sesuai peraturan perundangan.
"Itu sebabnya kami berikan dukungan ke kepolisian agar tidak takut. Hukum itu harus berlaku adil kepada semuanya," kata Tantowi.
Tantowi mendatangi markas Bareskrim bersama empat anggota Komisi I lainnya yang juga tergabung dalam Panja Pencurian Pulsa, yakni Wakil Ketua Panja Roy Suryo, Sekretaris Panja Muhammad Najib, serta anggota Panja Enggartiasto Lukita, dan Max Sopacua.
(rou/ash)