Terlihat ada lima anggota Komisi I DPR RI yang mendatangi markas Bareskrim Mabes Polri di Jl. Trunojoyo Jakarta Selatan itu. Mereka adalah Tantowi Yahya, Roy Suryo, Muhammad Najib, Enggartiasto Lukita, dan Max Sopacua.
Tantowi menjelaskan, tujuan kedatangan mereka pertama adalah untuk melihat secara langsung fasilitas lab IT milik Bareskrim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketiga kami ingin mendengarkan secara langsung hal-hal lain yang sangat penting sifatnya yang akan dijelaskan Kabareskrim terkait dengan fungsi mereka sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan Panja Pencurian Pulsa ini," tukas Tantowi, kepada wartawan, Kamis (3/1/2012).
Ketika disindir soal lambatnya penetapan tersangka dalam kasus ini, Tantowi justu menilai kedatangan Panja ke Bareskrim sekaligus untuk mendesak kepolisian agar segera menetapkan tersangka. Jangan cuma terkatung-katung dalam proses penyidikan, hingga membuat masyarakat lelah menanti kelanjutan kasus ini.
"Di sini kedatangan kita juga mempunya makna mendesak kepolisian sesegera mungkin menetapkan tersangka. Jadi kalau data dan faktanya sudah cukup dan prosesnya sudah mengikuti koridor hukum, kita berharap sebagaimana permintaan masyarakat, penetapan tersangkat itu harus bisa segera diumumkan pihak kepolisian," tegas Tantowi.
"Memang tidak mudah, karena ini kejahatan dengan komplikasi sangat tinggi. Jadi harap maklum. Nilai uangnya juga sangat fantastis. Terlebih untuk menangani kejahatan cyber diperlukan peralatan dan SDM yang terdidik," imbuhnya.
"Saya rasa dalam waktu dekat (penetapan tersangka-red.). Wilayah kita untuk menekan pemerintah mengumumkan nama-nama pelaku dari CP dan CP yang terindikasi melakukan kejahatan. Setelah itu dilaporkan. Sudah titik terang. Kehadiran kita di sini penetapan dilakukan secepat mungkin," Tantowi menandaskan.
(/)