Dua pembicara utama lainnya adalah Sekjen International Telecommunication Union (ITU) Hammadou Torre dan Tim Williams yang merupakan perwakilan dari Australia.
Dalam forum yang cukup bergengsi tersebut, Menkominfo mengatakan bahwa sebagai negara kepulauan yang terbesar di dunia, Indonesia sangat mengandalkan peningkatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, lanjut Tifatul, potensi ekonomi Indonesia sangat bagus yang diindikasikan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kondisi stabilitas keamanan relatif juga disebut bagus dan potensi pasar telekomunikasi sangat menjanjikan di Tanah Air.
"Hanya saja, kondisi krisis ekonomi di Amerika dan Eropa serta ketegangan di selat Hormuz memang menjadi indikator mengkhawatirkan," imbuhnya.
Menteri juga mengakui, meski potensi broadband sangat prospektif secara internasional, namun kondisi eksternal politik tetap harus diperhatikan oleh Indomesia. Namun ia sangat yakin bahwa broadband Indonesia akan terus meningkat dan berkembang dalam trek yang benar.
GSM Congress merupakan forum tempat bertemunya para CEO, regulator, praktisi, media, pengusaha IT dan telekomunikasi dan masyarakat dari seluruh belahan dunia.
Ada kondisi yang berbeda dalam perhelatan GSM Congress tahun ini. Hal itu karena untuk pertama kalinnya forum tersebut berlangsung di saat Eropa masih hangat diguncang krisis moneter.
Namun demikian, kondisi tersebut dinilai sama sekali tidak terasa dalam suasana di forum. Terlebih, selain jumlah pengunjung membanjir di hari pembukaan, juga karena jumlah booth justru makin meningkat.
"Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat dunia terhadap telekomunikasi berikut pesatnya teknologi tidak kena imbas krisis. Hanya saja, satu hal yang membedakan adalah ekspansi teknologi dari China seperti tidak terbendung dan cukup mendominasi booth peserta. Satu lagi adalah, investor dari kawasan Teluk Persia yang makin meningkat pula," imbuh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto, yang juga ikut rombongan menteri.
Usai memberi keynote speech, Tifatul selanjutnya diundang dalam diskusi panel bersama empat narasumber lain: Luigi Gambardella (Excecutive Board CEO ETNO), Vijay L. Kelkar (Chairman of the India Development Foundation dan Chairmsn of Natiomal Stock Exchange Mumbai), Darrel M. West (Vice Presodent dan Director. Government Studies), Edward Deng (Senior Vice Presiden of Huawei Technology), serta Mohammed Yassen (Chairman of Pakistan Telecom authority).
(ash/fyk)