Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
CP: Masyarakat Jangan Antipati SMS Premium

CP: Masyarakat Jangan Antipati SMS Premium


- detikInet

Jakarta - Indonesia Mobile & Online Content Provider Association (IMOCA) ingin kasus pencurian pulsa yang menyeret bisnis SMS premium dapat segera dibereskan. Hal ini untuk menghidupkan kembali bisnis ini yang tengah mati suri.

Tak lupa, asosiasi yang menaungi penggiat content provider (CP) ini berharap masyarakat jangan lantas antipati terhadap bisnis konten premium. Sebab potensi bisnis di sektor ini sejatinya masih menjanjikan. Demikian dikatakan Ketua IMOCA A. Haryawirasma kepada detikINET, Senin (20/2/2012).

Pria yang bisa disapa Rasmo ini mengakui jika kasus pencurian pulsa membuat image layanan SMS premium jadi tercoreng. Tak pelak, hal ini bisa membuat pengguna takut untuk berlangganan suatu layanan tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, dikatakan Rasmo, tak harus sampai sejauh itu. Sebab regulator kini tengah menggodok revisi aturan tentang konten SMS premium untuk lebih melindungi masyarakat dari aksi nakal para CP serta membuat bisnis ini untuk lebih baik lagi.

"Jadi masyarakat jangan lantas antipati. Banyak hal yang bermanfaat dari layanan konten ini, seperti berita, musik, layanan religi. Konten pendidikan saja belum kita eksplor," tukasnya.

Secara bisnis pun peluang masih sangat terbuka untuk penggiat konten premium. Tinggal bagaimana mengemas dan menjajakan sebuah produk dan layanan dengan baik, serta bekerja sama dengan operator.

"Konten itu kan bermacam-macam, tidak hanya SMS. Tetapi sudah bisa memanfaatkan internet. Terlebih sekarang penggunaan akses data untuk berinternet sudah begitu tinggi," Rasmo menandaskan.

Sebelumnya, aturan tentang konten premium yang lemah dinilai membuat para CP kelewat kreatif dalam menawarkan produknya. Sehingga sejumlah perbaikan dalam aturan tersebut mutlak diperlukan untuk menangkal aksi jebakan Batman dari CP nakal.


(ash/rns)






Hide Ads