Namun yang pasti, aksi korporasi ini tak boleh merugikan pelanggan dengan penurunan kualitas layanan. Demikian disampaikan oleh Setyanto P Sentosa, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel).
"Harus ada jaminan keandalan dari penyelenggara tower. Ini harus diatur oleh regulator karena terkait dengan kualitas peralatan dan akhirnya ke kualitas pelayanan," papar Setyanto kepada detikINET, Selasa (14/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mendapat fresh money, laba bersih Indosat juga diproyeksi akan tumbuh sekitar 11% pada 2012 berkat penghematan biaya bersih Rp 50 miliar hingga Rp 115 miliar.
"Saya tidak tahu detail isi deal-nya, tetapi secara korporasi jangka pendeknya tampaknya menguntungkan," kata Setyanto.
Sedangkan untuk jangka panjang, menurutnya, harus lebih diteliti lagi karena untuk ekspansi jaringan dan peningkatan kualitas akan sangat tergantung kepada pihak lain.
"Tidak secepat jika dilaksanakan sendiri. Risikonya akan terjadi penurunan jumlah pelanggan dan akan pindah ke operator yang lebih lengkap sarananya. Tapi sekali lagi harus diteliti perjanjiannya," tandas mantan komisaris Indosat ini.
Selain Indosat, operator lain yang juga berencana menjual menaranya adalah XL Axiata dan Telkomsel. Sedangkan operator lain yang sudah jauh-jauh hari menjual menaranya adalah Mobile-8 Telecom.
(rou/ash)