Transaksi penjualan menara kepada Tower Bersama Infrastructure (TBIG) ini dinilai akan membawa dampak positif bagi Indosat karena dapat menghemat biaya bersih (net cost) Rp 50 miliar hingga Rp 115 miliar.
"Dengan adanya transaksi ini laba bersih Indosat diperkirakan dapat tumbuh 5-11 persen tahun ini," kata analis dari BNP Paribas Securities, Foong Choong Chen, Selasa (14/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga jual sebesar US$ 207.600 per menara, dinilai sangat layak karena lebih tinggi dibandingkan dengan biaya konstruksi yang mencapai US$ 100 ribu per menara.
Masih menurutnya, meskipun Indosat tidak mengungkapkan berapa besar biaya sewa per bulan menara, namun TBIG akan mendapatkan Rp15 juta-Rp20 juta per menara per bulan dari setiap dua operator yang menyewa menara.
Kalkulasi Foong, biaya yang harus dikeluarkan Indosat untuk sewa 2.500 menara mencapai Rp 210 miliar-Rp 300 miliar per tahun.
Jika dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar TBIG per 8 Februari 2011 sebesar US$ 1,3 miliar, maka 5 persen saham baru yang akan diterbitkan mencapai senilai US$ 65 juta.
"Apabila pembayaran dimuka secara tunai sebesar US$ 341 juta dialokasikan untuk pembayaran utang Indosat, maka utang bersih perseroan akan turun dari Rp19,8 triliun menjadi Rp16,8 triliun dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA turun dari 2 kali ke 1,7 kali," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan Indosat dan TBIG telah menandatangani dokumen perjanjian penjualan dan penyewaan kembali 2.500 menara senilai total US$ 519 juta dolar AS.
TBIG akan membayar di muka sebesar US$ 409 juta dengan kombinasi uang tunai dan 5 persen saham baru dalam TBIG yang akan diterbitkan melalui Penawaran Umum Terbatas.
Indosat juga akan menjadi penyewa utama menara tersebut hingga 10 tahun ke depan dengan harga pasar.
(rou/ash)