"Kami tidak punya keleluasaan. Frekuensi 2G kami sangat terbatas. Itu sebabnya kami tak punya frekuensi buat refarming," ungkap Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi.
Ya, refarming atau daur ulang frekuensi lama digadang-gadang menjadi opsi alternatif untuk menggelar LTE. Dalam hal ini, frekuensi yang bisa di-refarming ialah frekuensi 2G yang biasa digunakan untuk teleponi dasar (voice).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sayangnya frekuensi 2G kami cuma sedikit, 15 MHZ. Di pita 1800 MHz ada 7,5 MHz, dan di 900 MHz ada 7,5 MHz juga," papar Hasnul.
"Jadi untuk LTE kami tergantung pemerintah. Kalau ada tender frekuensi kami akan ikut," pungkasnya.
(rou/rou)