Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Akses Broadband di Surabaya Masih Rendah

Akses Broadband di Surabaya Masih Rendah


- detikInet

Surabaya - Akses broadband di Indonesia masih sangat rendah. Bahkan di kota terbesar setelah Jakarta yakni Surabaya, aksesnya baru mencapai sekitar 1,6 persen.

"Sedangkan target secara nasional pada 2014 adalah 30 persen," ujar Head of Corporate Communication and Affair PT Telkom Tbk, Eddy Kurnia, melalui rilis yang diterima detiksurabaya.com, Rabu (11/1/2012).

Terkait mengenai Surabaya menjadi cyber city, Telkom siap mendukungnya. Bahkan, Telkom bekerjasama dengan Pemkot Surabaya melalui pemberian akses informasi berbasis ICT kepada RT dan RW di Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Telkom berkeyakinan, kemudahan masyarakat mengakses internet, akan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program-program pembangunan di Surabaya," tuturnya.

Sayangnya, program instalasi koneksi internet bagi RT/RW di Surabaya senilai Rp 6,9 miliar, yang masa kontrak pengerjaannya selama enam bulan mulai 19 Juli 2011 hingga 31 Desember 2011, dengan biaya Rp 110.000 per node (titik sambungan) per bulan, tidak sesuai dengan rencana.

Namun, dari 10.888 node untuk RT/RW di Surabaya, masa pemasangan yang seharusnya berkahir 19 Agustus 2011, tidak memenuhi target. Bahkan, sudah diperpanjang sebulan lagi, juga masih meleset, dan internet yang berhasil diinstalasi sebanyak 6.009 node.

"Ada beberapa kendala di lapangan, khususnya dalam pelaksanaan instalasi dan kesiapan RT/RW untuk memanfaatkan jaringan internet," tuturnya.

Kendala instalasi koneksi internet bagi RT dan RW yakni, Tidak bersedia dipasang internet sebanyak 38 persen. Rumah yang akan disambungkan saluran internet ternyata kosong, sekitar 20 persen. RT atau RW yang belum memiliki komputer sebanyak 12 persen. Dialihkan ke pihak lain sebanyak 12 persen. Sudah menggunakan Speedy sebanyak 5 persen. Kendala lain-lainnya sekitar 13 persen.

"Total pembayaran oleh Pemkot Surabaya kepada Telkom hanyalah untuk koneksi internet yang terpasang saja, yakni 6.009 node atau sebesar Rp 2,4 miliar, bukan Rp 6,9 miliar," terangnya.

Meski rencana pemasangan instalasi koneksi internet RT RW tidak sesuai rencana, dirinya yakin, hubungan kemitraan Telkom dengan Surabaya, tetap berjalan baik.

"Dapat kami informasikan, bahwa hubungan kemitraan antara Telkom dan Pemkot Surabaya berjalan sangat baik. Kami yakin Surabaya merupakan salah satu kota termaju di Indonesia," jelasnya.

(roi/rou)






Hide Ads
LIVE