Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Misi Menegangkan NASA Selamatkan Teleskop yang Hampir Jatuh ke Bumi

Misi Menegangkan NASA Selamatkan Teleskop yang Hampir Jatuh ke Bumi


Virgina Maulita Putri - detikInet

Ilustrasi Neil Gehrels Swift Observatory di orbit
Foto: NASA Goddard Space Flight Center Conceptual Image Lab
Jakarta -

NASA akan meluncurkan misi ke orbit untuk menyelamatkan teleskop luar angkasa Neil Gehrels Swift Observatory yang hampir jatuh ke Bumi. Misi ini akan diluncurkan pada 27 Juni besok.

Misi bernama Swift Boost ini adalah hasil kolaborasi NASA dengan Katalyst Space. Misi ini melibatkan derek luar angkasa yang disebut Link yang akan mengangkat observatorium Swift ke orbit yang lebih tinggi dan aman.

Pada 9 Juni, teknisi di Wallops Flight Facility milik NASA di Virginia, Amerika Serikat selesai memasang Link di roket Northrop Grumman Pegasus XL. Pada 12 Juni, roket itu dipasangkan ke kabin pesawat Northrop Grumman yang dinamai Stargazer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat ini meninggalkan fasilitas NASA pada 18 Juni menuju Atol Kwajalein di Samudera Pasifik Selatan untuk lepas landa pada 27 Juni. Stargazer akan membawa Pegasus XL ke ketinggian 40.000 kaki sebelum dilepaskan.

ADVERTISEMENT

Roket itu akan jatuh bebas selama beberapa detik sebelum menyalakan mesinnya untuk membawa Link ke luar angkasa dalam 10 menit. Setelah sampai di orbit Swift, Link akan docking dan melakukan sejumlah manuver untuk membawa teleskop itu ke orbit yang lebih tinggi.

Ilustrasi penyelamatan telekop Swift oleh wahana antariksa LinkIlustrasi penyelamatan telekop Swift oleh wahana antariksa Link Foto: Katalyst Space Technologies

Sudah biasa bagi satelit dan wahana antariksa lainnya untuk kehilangan ketinggian di orbit seiring waktu. Namun, NASA mengatakan teleskop Swift kehilangan orbit lebih cepat daripada kebanyakan satelit.

NASA mengatakan hal ini disebabkan oleh teleskop yang mengalami tarikan atmosfer lebih besar dari yang diperkirakan karena peningkatan aktivitas matahari. Karena Swift tidak memiliki mesin pendorong, NASA memutuskan untuk melakukan misi penyelamatan ini.

"Tidak masalah jika wahana antariksa biasa keluar dari orbit. Tetapi ini bukan sembarang wahana luar angkasa," kata Direktur Divisi Astrofisika NASA Shawn Domagal-Goldman, seperti dikutip dari Space.com, Senin (22/6/2026).

"Ini adalah observatorium dengan kemampuan unik untuk astrofisika ... Ini adalah observatorium yang dapat berputar dengan cepat di langit malam untuk menemukan hal-hal yang luar biasa di malam hari. Jadi kami memutuskan kami ingin menyelamatkannya," imbuhnya.

NASA pertama kali meluncurkan Neil Gehrels Swift Observatory pada tahun 2004 untuk mengamati ledakan sinar gamma dan fenomena astrofisika lainnya di antariksa.

Swift awalnya direncakan beroperasi selama dua tahun, tapi misinya berlanjut hingga lebih dari dua dekade. Jika misi penyelamatan ini berhasil, NASA berharap Swift akan bertahan di orbit hingga lima tahun lagi atau lebih.



(vmp/vmp)






Hide Ads