Sejak ditemukan pada tahun 2013, astronom dibuat bingung dengan Planet Pink yang memiliki banyak keanehan. Berkat bantuan Teleskop Luar Angkasa James Webb, salah satu misteri Planet Pink berhasil dipecahkan setelah lebih dari satu dekade.
Dalam temuan yang diterbitkan di The Astronomical Journal, tim astronom yang dipimpin oleh Universitas Northwestern menemukan Planet Pink diselimuti atmosfer dengan awan yang terbuat dari garam.
Planet Pink, yang memiliki nama resmi GJ504b, secara teknis bukanlah planet, melainkan 'pendamping bermassa planet'. Objek antariksa ini bisa berupa eksoplanet raksasa atau katai coklat kecil yang mengelilingi bintang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendamping berukuran raksasa ini berjarak 57 tahun cahaya dari Bumi. Hasil observasi sebelumnya menggunakan teleskop di Bumi menemukan suhu objek ini sekitar 290 derajat Celsius, yang sangat dingin untuk objek sebesar ini.
"Ketika kami akhirnya mendapatkan spektrumnya, itu langsung terlihat menarik. Namun, begitu kami mulai menggali datanya lebih dalam, kami menyadari bahwa (GJ50b) tidak seperti apapun yang pernah kami analisis sebelumnya," kata Aneesh Baburaj, ketua tim astronom dari Universitas Northwestern, seperti dikutip dari Space.com, Sabtu (20/6/2026).
Suhunya yang dingin membuat astronom sulit meneliti Planet Pink dari Bumi. Namun berkat bantuan teleskop Webb, peneliti hanya membutuhkan waktu dua jam untuk melakukan observasi.
Tim astronom mempelajari pendamping planet ini dengan mengukur emisi radiasi elektromagnetiknya yang lemah dan menyaring cahaya terang dari bintang induknya.
Mereka menemukan bahwa relatif dinginnya Planet Pink disebabkan oleh usia planet tersebut. Planet raksasa gas dan kata cokelat lahir dengan suhu yang sangat panas lalu mendingin seiring bertambahnya usia. Penelitian terbaru ini memperkirakan GJ504b berusia antara 2,5-4 miliar tahun.
Setelah menangkap cahaya Planet Pink yang redup, astronom menciptakan 'sidik jari' cahaya yang mengungkap elemen dan molekul di atmosfernya, termasuk uap air, metana, karbondioksida, amonia, dan molekul lainnya.
Peneliti menemukan observasi mereka baru menunjukkan jalan terang ketika mereka memasukkan awan garam ke dalam model mereka, yang menunjukkan bahwa awan mempengaruhi cahaya yang terdeteksi oleh teleskop.
Meski misteri yang ini berhasil dipecahkan, masih ada banyak pertanyaan terkait GJ504b yang hanya akan terjawab dengan penelitian lebih lanjut. Salah satunya, astronom belum tahu apakah Planet Pink lahir seperti planet raksasa atau bintang kecil.
(vmp/vmp)

