Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Moral Karyawan Meta Ambruk, Bos Janjikan Lebih Banyak Camilan

Moral Karyawan Meta Ambruk, Bos Janjikan Lebih Banyak Camilan


Tim - detikInet

Kantor Meta
Kantor Meta. Foto: Getty Images
Jakarta -

Moral kerja karyawan di Meta dilaporkan mendekati titik terendah. Untuk membantu memperbaikinya, raksasa teknologi tersebut antara lain akan menawarkan lebih banyak camilan kepada para stafnya.

Business Insider yang dikutip detikINET melaporkan bahwa Chief Technology Officer (CTO) Meta, Andrew "Boz" Bosworth, mengakui suasana suram tersebut. Ia menyatakan bahwa meskipun moral karyawan pernah lebih buruk sebelumnya, situasi saat ini kemungkinan besar berada di tingkat atas dalam skala keparahannya.

"Saya rasa skandal Cambridge Analytica mungkin adalah yang terburuk," ujar Bosworth dalam pertemuan internal. Skandal Cambridge Analytica jadi berita utama tahun 2016 setelah terungkap firma tersebut memperoleh lebih dari 50 juta data pengguna Facebook tanpa persetujuan dan menggunakannya untuk menargetkan pemilih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merosotnya moral kerja di Meta saat ini tampaknya disebabkan oleh perombakan manajemen. Perusahaan tersebut melakukan PHK massal terhadap 8.000 pekerja bulan lalu, sementara setidaknya 6.500 karyawan lainnya dipindahtugaskan secara sepihak untuk mengerjakan model AI di divisi Applied AI yang baru.

Karyawan dilaporkan menganggap pekerjaan baru tersebut melelahkan, rendahan, dan menghancurkan jiwa. Sebagian besar dari mereka tidak senang dengan perubahan tersebut. Raksasa teknologi ini juga menghadapi kecaman lebih lanjut setelah mengumumkan akan melacak ketukan keyboard dan pergerakan mouse karyawan di AS untuk melatih AI.

ADVERTISEMENT

Bosworth mengakui meluasnya ketidakpuasan karyawan dalam unggahan internal. Meski ia dilaporkan menyatakan bahwa karyawan harus berkorban dan mengerjakan pekerjaan yang tak memberikan kepuasan pribadi, ia berjanji memperbaiki budaya Meta dan menjadikannya tempat kerja menyenangkan dan dapat dinikmati.

"Kami telah merusak kepercayaan yang Anda miliki bahwa keahlian dan kontribusi spesifik Anda akan dihargai, bahwa Anda akan tumbuh dan memajukan karier Anda, dan bahwa ini akan menjadi tempat di mana Anda benar-benar dapat memberikan dampak," tulis Bosworth dalam unggahan yang dilihat oleh WIRED.

"Kami merombak struktur manajemen yang memberikan Anda stabilitas, sementara perubahan strategi yang cepat, termasuk siklus rekrutmen yang naik-turun secara drastis, membuat seluruh tim berada dalam posisi yang sulit," imbuhnya.

Karena itu, Bosworth menyatakan Meta akan membatasi manajer hanya punya maksimal 20 bawahan langsung dan memberi dukungan yang lebih dipersonalisasi ke karyawan. Ia juga meyakinkan karyawan bahwa Meta tidak berniat sepenuhnya menggantikan pekerja dengan AI, namun mereka perlu mengetahui cara menggunakannya.

"Kami jelas melakukan pekerjaan sangat buruk dalam menjelaskan visi tersebut, memberikan gambaran yang jelas kepada orang-orang tentang bagaimana kami akan mendukung mereka dan karier mereka dalam masa transisi ini, serta memberikan gambaran bagaimana hal itu akan berubah seiring berjalannya waktu," tulis Bosworth.

Bosworth lebih lanjut berusaha membangkitkan semangat karyawan dengan menjanjikan area camilan yang lebih baik, peningkatan anggaran perjalanan, dan investasi dalam acara-acara sosial kantor. Namun mengingat kondisi moral yang sangat memprihatinkan, tampaknya tradisi lama berupa pesta pizza di kantor tidak serta merta bisa memperbaikinya.



(fyk/fyk)
TAGS






Hide Ads