Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Curhat Karyawan Meta yang Dipindah ke Divisi AI: Seperti Gulag

Curhat Karyawan Meta yang Dipindah ke Divisi AI: Seperti Gulag


Virgina Maulita Putri - detikInet

Facebook employees take a photo with the companys new name and logo outside its headquarters in Menlo Park, Calif., Thursday, Oct. 28, 2021, after the company announced that it is changing its name to Meta Platforms Inc. (AP Photo/Tony Avelar)
Foto: AP/Tony Avelar
Jakarta -

Semangat karyawan Meta sedang memburuk akibat PHK tanpa henti yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Karyawan yang masih bertahan dan dipindahkan ke divisi AI bahkan menyebut tempat kerjanya sebagai 'gulag', istilah untuk kerja paksa atau penjara.

Drama ini dimulai ketika seseorang membajak presentasi yang disiarkan langsung khusus untuk karyawan pekan ini. Orang itu meluapkan amarahnya dan mengajak semua peserta livestream untuk menghina seorang eksekutif senior di Meta. Salah satu presenter dilaporkan menutupi wajahnya dengan tangan.

Ledakan emosi itu, menurut Wired, mencerminkan amarah yang terpendam dalam Applied AI, unit Meta berisi 6.500 engineer dan manajer yang ditugaskan untuk mendukung ambisi riset AI perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan Business Insider bulan lalu mengungkap banyak karyawan Meta yang kaget setelah dipindahkan ke divisi Applied AI. Mereka hanya diberi tahu lewat email dan salah satu karyawan mengatakan prosesnya cukup acak.

Menurut pengumuman internal yang dilihat oleh Business Insider, alasan mereka dipindahkan adalah karena model AI Meta masih kekurangan pengetahuan untuk melampaui kemampuan manusia dalam tugas teknis seperti coding. Mereka ditugaskan untuk membuat puzzle dan masalah coding untuk melatih model AI.

ADVERTISEMENT

Para karyawan yang dipindahkan menggambarkan bahwa mereka seolah diberi dua pilihan: bergabung ke Applied AI atau keluar. Banyak yang menyebut pekerjaan baru tersebut sebagai 'wajib militer'.

"Ini benar-benar seperti gulag," kata seorang karyawan kepada Wired, seperti dikutip dari TechCrunch, Selasa (16/6/2026).

"Kebanyakan orang menganggap pekerjaan ini sangat melelahkan jiwa," ujar karyawan lain.

Bukan hanya di unit Applied AI saja yang semangat karyawannya sedang buruk. Lebih dari 1.600 karyawan Meta kabarnya menandatangani petisi untuk memprotes program yang memantau klik dan penekanan tombol mereka untuk data pelatihan Ai.

Suasana di perusahaan milik Mark Zuckerberg ini cukup suram sampai Chief Product Officer Chris Cox merasa perlu untuk membahas lingkungan kerja yang 'brutal' dalam pertemuan dengan karyawan pekan ini.




(vmp/vmp)
TAGS






Hide Ads