Seperti diungkapkan praktisi TI, Onno W. Purbo, ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk membangun Open BTS. Dari sisi hardware, komponen USRP (Universal Software Radio Peripheral) dan komputer adalah hal yang krusial.
"Hardware ini fungsinya untuk membuat sinyal radionya, namanya USRP. Yang dibutuhkan cuma dua, USRP-nya sendiri nanti disambung lewat kabel USB ke komputer, jadi cuma USRP dengan komputer," jelas Onno kepada detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komputer itu sentral telepon soalnya. Sebagai pusat untuk mengontrol semuanya. Komputer juga yang bikin sinyal ponsel sedangkan USRP cuma mengubah perintahnya supaya sinyal menjadi sinyal GSM," sebut Onno.
Jangkauan sinyal pun dapat bervariasi, tergantung perangkatnya. Perangkat Open BTS yang dari Yayasan Air Putih yang didemokan Onno jarak jangkaunya hanya sekitar 50 meter.
"Tapi kalau mau dikasih amplifier seluler beneran itu tergantung powernya, kalau 10 watt bisa sampai 5 kilometer," imbuh mantan dosen ITB itu.
Jika ingin menambah luas jangkauan sinyal, diperlukan amplifier dan juga duplexer seperti yang biasa dipakai oleh operator. Untuk perangkat semacam ini, biaya yang dibutuhkan berkisar 150 juta.
Sedangkan dari sisi perangkat lunak, ada tiga software yang penting peranannya dalam pembuatan Open BTS. Yaitu GNU radio, asterisk untuk sentral telepon serta software Open BTS.
Kemudian sebagai sarana berkomunikasi, pengguna bisa memakai ponsel biasa yang dilengkapi SIM Card. Nomor identifikasi di SIM Card ini akan didaftarkan pada sentral Open BTS dan kemudian diberi nomor sendiri.
Ketika dicoba oleh detikINET, Open BTS yang didemokan Onno bisa memancarkan sinyal sendiri dan dikenali oleh ponsel. Kemudian telepon dan SMS bisa dilakukan dengan lancar dalam jaringan lokal yang dibentuk Open BTS.
"Ini nggak disambungin ke mana-mana jadi lokal sendirian saja. Tapi protokol yang dipakai sama dengan yang dipakai semua operator di Indonesia. Jadi kalau sentralnya disambungin dengan sentralnya operator Indonesia ya nyambung satu sama lain," tutur Onno.
Dasar dari Open BTS menurut Onno adalah internet telepon. Jadi untuk membuat Open BTS, seseorang harus paham terlebih dahulu dengan internet telepon.
Ya, open BTS memang tidak bisa disandingkan apple to apple dengan BTS yang dibangun oleh operator telekomunikasi. Jangankan luas jangkauannya, dari sisi biaya pun sudah jauh berbeda. Jika membuat open BTS diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 30 juta - Rp 150 juta, maka untuk pembangunan BTS operator yang menjulang biayanya rata-rata lebih dari Rp 1 miliar.
(fyk/ash)