"Wah saya nggak tahu dan baru dengar itu. Tetapi saya yakin itu kabar angin saja," tutur Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, Rabu (28/12/2011).
Ia pun mengaku tak yakin anggota dewan berani mengambil risiko dengan cara seperti itu. "Karena sorotan publik terhadap DPR kan sedang makin kencang-kencangnya," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Logikanya adalah daripada membayar ganti rugi triliunan kepada konsumen atau pelanggan, lebih baik mengeluarkan ratusan miliar rupiah kepada para anggota Komisi I yang mulia untuk membungkam dan mengamankan posisi di depan Panja," tulis postingan yang kini mulai ramai di forum online.
Tudingan adanya deal di balik layar itu tak menyurutkan respek pemerintah terhadap Panja Pencurian Pulsa yang tengah menginvestigasi kasus ini.
"Bagi kami pemerintah, kami tetap menaruh hormat dan percaya para anggota Panja tentu bekerja secara profesional, obyektif, dan akuntabel, agar supaya masalah mafia pulsa ini dapat segera terurai persoalannya," pungkas Gatot.
(rou/ash)