Penyelesaian jaringan ini sendiri akan ditambahkan dari Manado hingga Papua. Dimana pengerjaannya dilakukan pada awal tahun 2012 dan selesai diharapkan sebelum 2014.
Dengan penyelesaian pembangunan ini, maka jaringan infratruktur broadband nasional akan terhubung. Jaringan backbone Manado-Papua menghubungkan Ternate, Sorong, Manokwari, Biak, Jayapura hingga Timika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaringan broadband fiber optik sebelumnya juga telah terhubung, dan membentang dari ring Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Bali-Nusatenggara. "Jaringan ini jika telah terhubung akan terkoneksi seluruhnya. Seperti nama jaringan kami, Nusantara Super Highway," ucapnya.
Pengembangan infrastruktur dan sistem yang dilakukan Telkom merupakan antisipasi persaingan industri yang semakin ketat. Tidak hanya infrastruktur dalam, pengembangan fitur juga telah disiapkan.
"Pengembangan backbone dan akses akan kita lakukan ke rumah-rumah dan kantor sampai dengan 2015. Selain itu, kami juga melakukan transformasi budaya. Hingga karyawan tidak hanya kabel, tapi yang lain," tambah Rinaldi.
Infrastruktur backbone serat optik ini juga memungkinkan Telkom menyediakan layanan home digital environment, enterprise and government. Melalui Our Matra, dengan triple play and screen (3PS) serta cloud. Perseroan juga akan menghadirkan fitur IPTV, Smart TV dan Mobile.
"Seluruh pengembangan yang kita lakukan adalah konvergensi antara fixed dan selular, dengan menggabungkan backbone dan akses, serta flexi dan Speedy, dan memasukkan gambar di Grovia," lanjutnya.
"Untuk jaringan ke depannya, kita akan ganti kabel tembaga seluruhnya dengan fiber optik. 13 juta homepass sampai dengan 2015 dengan kecepatan antara 20-100 Mbps," Rinaldi menandaskan.
(wep/ash)