"Bukan soal pindah dan pindah, tetapi akan ada solusi. Pertengahan Desember selesai," janji Tifatul ketika ditemui sebelum acara penganugerahan ICT Pura dan USO Award 2011 di Empire Palace, Surabaya, Senin (5/12/2011).
Tifatul mengatakan bahwa permasalahan frekuensi merupakan pekerjaan sehari-hari kementrian yang dipimpinnya. Dimana setiap saat Kementrian Kominfo harus mengurusi permintaan pengajuan frekuensi radio, TV dan juga jaringan tertutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, penataan kanal frekuensi 3G di pita 2,1 GHz masih mendapat resistensi dari Telkomsel yang enggan berpindah dari kanal 4 dan 5 ke kanal 5 dan 6.
Operator yang telah memiliki lebih dari 100 juta pelanggan seluler itu mengaku harus mengeluarkan dana miliaran untuk proses pindah kanal tersebut. Itu belum termasuk ancaman gangguan kualitas layanan yang bisa terjadi.
Di sisi lain, pemberian secondary carrier 3G kepada Tri dan Axis masih terhalang aksi enggan pindah Telkomsel ini. Sehingga kedua operator medioker tersebut merasa langkah ekspansinya terganjal lantaran belum mendapat 5 MHz frekuensi tambahan untuk 3G seperti yang telah didapat Telkomsel, Indosat, dan XL.
Padahal rencananya, kanal 1 dan 2 akan dialokasikan untuk Tri, kanal 3 dan 4 untuk Axis, kanal 5 dan 6 untuk Telkomsel, kanal 7 dan 8 untuk Indosat, dan kanal
9 dan 10 untuk XL.
(iwd/ash)