"Cloud computing akan berkembang sangat pesat ke depannya, untuk itu kita harus siap mengenai hal tersebut," kata Senior Vice President Global Enterprise Cisco Paul Mountford.
Hal ini diungkapkan Paul dalam acara Cisco APJC Partner Led Network Event di Hotel Shangri-La, Singapura, Rabu (15/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, VP World Wide Borderless Network Architecture Cisco Ross Fowler menyatakan bahwa perkembangan teknologi akan mengubah cara kerja ke depannya. Awalnya orang harus bekerja di kantor, namun nantinya pekerja dapat melakukan tugasnya di mana saja.
"Jarak lokasi kerja akan menyempit atau bahkan menghilang di masa depan," katanya.
Menurut Ross, batas lain yang akan semakin hilang adalah mengenai alat komunikasi apa saja yang bisa digunakan untuk bekerja. Awalnya perusahaan dapat mengontrol pekerjaannya dengan memberikan satu unit PC yang akan digunakannya untuk bekerja.
"Tapi sekarang banyak pekerja yang membawa iPad, iPhone dan perangkat komunikasi lainnya untuk bekerja," tukasnya.
Selain itu batasan mengenai aplikasi apa saja yang bisa tersambung ke dalam jaringan perusahaan juga akan makin menghilang. Hal ini disebabkan banyaknya pekerja yang membawa aplikasinya masing-masing ke kantor. Aplikasi-aplikasi ini tersimpan dalam alat komunikasinya yang mereka bawa.
"Tantangannya ke depan adalah bagaimana menyediakan layanan yang bisa diakses di mana saja, dengan alat apa saja dan dalam waktu kapan saja. Tentunya dengan keamanan yang tinggi dan jaringan yang handal," jelas Ross.
Ross memperkirakan perkembangan komunikasi akan semakin pesat. Pada tahun 2020 misalnya, diprediksi akan ada 50 miliar alat komunikasi yang tersambung ke internet.
"Untuk saat ini diperkirakan ada 13 miliar alat tersambung ke dalam jaringan. Hal ini berarti tiap orang di bumi memiliki dua alat komunikasi yang tersambung ke jaringan," pungkasnya.
(nal/ash)