Ketua Umum Sepakat, Achsinanto Risantosa, menyatakan bahwa aksi yang diperkirakan melibatkan ribuan karyawan ini murni berasal dari suara karyawan.
Pun demikian, ia tidak menampik jika permasalahan internal ini nantinya dimanfaatkan untuk melancarkan misi-misi terselubung. Mulai dari urusan bisnis hingga memainkan isu perombakan jajaran direksi operator seluler terbesar di Indonesia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, sebelum memutuskan untuk menggelar aksi mogok kerja dan demonstrasi, Sepakat sebelumnya telah menampung aspirasi dari berbagai lini karyawan Telkomsel.
"Penampungan aspirasi ini ada dua jalurnya, referendum/survei dan form tanda tangan. Prosesnya sendiri sudah lama, dari tahun 2009. Pada saat perundingan terakhir ditanya karyawan maunya apa? Lalu ada form ribuan tandatangan yang dibuat dan disampaikan ke pengurus Sepakat," kata Achsinanto.
"Hingga akhirnya mereka ingin diperjuangkan dan dijadikan putusan," tukasnya.
Kini, bola ada di tangan manajemen Telkomsel untuk menjawab tuntutan karyawan. Jika dibiarkan, maka sekitar 2.500 karyawan operator dengan lebih dari 100 juta pelanggan itu akan menjalankan aksi mogok kerja masal dan demonstrasi besar-besaran pada esok hari, Kamis (10/11/2011).
Tentu saja ini dapat berimbas pada layanan Telkomsel sendiri. Ujung-ujungnya, reputasi perusahaan bisa tercemar.
Kemungkinan 'damai' itu tentu saja ada. Terlebih pada sore hari ini, perwakilan Sepakat dijadwalkan untuk bertemu Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.
(ash/rns)