Aora TV selaku pemain baru industri televisi berbayar tentu memahami ketatnya persaingan. Sejumlah strategi pun coba mereka geber untuk lebih memikat pelanggan.
"Salah satunya dengan mengandalkan konten berkualitas. Tapi ini saja tidak cukup karena konten itu tidak eksklusif. Perlu sesuatu yang susah untuk ditiru," ucap Guntur Siboro, Direktur Marketing Aora TV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski menjadi pesaing, kehadiran penyedia televisi berbayar yang lain disambut baik oleh Guntur. Menurut dia, dengan banyaknya pemain justru akan membuat pasar kian 'hot' sebab membantu memasyarakatkan televisi berbayar.
Indovision saat ini masih memiliki pelanggan terbesar dengan kisaran 700 ribu pelanggan, diikuti oleh Telkomvision dengan 300 ribu pelanggan. Sedangkan First Media dan Aora TV berada di kisaran 150 ribu dan 100 ribu pelanggan.
Merakyatkan Siaran HD
Aora TV baru saja meluncurkan 8 saluran televisi High Definiton (HD). Mereka yakin layanan ini dapat memikat masyarakat dan menambah jumlah pelanggan. Bahkan Aora TV berharap memassalkan siaran HD sehingga dapat dinikmati masyarakat luas.
"Saya contohkan 3 tahun lalu tak ada yang menyangka BlackBerry menjadi benda massal seperti sekarang dengan jutaan pengguna. Padahal rentang harganya masih jutaan," ucap Guntur.
Hal yang sama juga bisa terjadi di industri televisi berbayar. Sejumlah strategi digeber Aora TV untuk memassallkan siaran HD. Di antaranya harga terjangkau. Dengan paket Rp 198 ribu, yaitu paket Cihuy ditambah dekoder HD, peminat bisa menikmati saluran HD.
"Dengan menghadirkan siaran HD ini kami seolah-olah melompat dari basis pelanggan kami, tapi kami menyediakannya tetap dengan harga terjangkau," kata Guntur.
(fyk/ash)