Demikian dikatakan Dr. Hamadoun Toure, Sekjen ITU, dalam keynote speech-nya di event ITU Telecom World yang berlangsung di Palexpo Expo, Jenewa, Swiss.
"Saya sangat percaya bahwa broadband akan menjadi teknologi kunci di awal abad 21. Teknologi ini akan merevolusi kehidupan setiap orang di mana pun dia berada," tukasnya, dalam event yang juga disaksikan langsung oleh detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maksudnya, tidak cuma memanfaatkan internet yang ngebut tersebut untuk ber-Facebook ria, memutar video, dan aktivitas standar lainnya. Namun harus bisa dioptimalkan untuk hal-hal yang bermanfaat untuk orang banyak.
"Misalnya adalah di dunia kesehatan, pendidikan, dan transportasi, broadband bisa meningkatkan performa secara radikal. Ujung-ujungnya, bisa mengakselerasi tujuan pengembangan di era milenium," lanjut Hamadoun.
Hanya saja sebelum melangkah lebih jauh, hambatan yang harus disingkirkan terlebih dulu adalah terkait kesenjangan digital terhadap broadband itu sendiri. Dimana penetrasinya belum menyentuh seluruh wilayah.
"Kini, jika tidak hati-hati maka dengan tenggat tiga tahun mendatang, kita berisiko menciptakan dunia dengan broadband bagi si miskin dan si kaya," tukasnya.
Setali tiga uang dengan Hamadoun, Carlos Slim Helu yang merupakan Chairman Group Carso menyebut jika setiap orang memiliki hak untuk mencicipi broadband.
"Teknologi ini tidak hanya untuk menghubungkan para rekan dan keluarga, namun juga untuk aktivitas bisnis, pusat pendidikan, dan tentunya wilayah pedesaan," kata salah satu orang terkaya di dunia itu.
Para penggiat telekomunikasi pun diajak untuk memenuhi peluang ini. "Kita harus bersama-sama mencari cara untuk membuat broadband berkontribusi untuk masyarakat, membawa peluang yang lebih cerah, dan pengembangan ekonomi yang lebih pesat," lanjut Carlos.
"Ini merupakan tantangan yang berada di depan mata. Kalian semua bisa berkontribusi. Saya sangat optimistis tentang hal itu," ia menandaskan.
(ash/wsh)