Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Smartfren Fokus Kembangkan Pasar Data

Smartfren Fokus Kembangkan Pasar Data


- detikInet

Jakarta - Pasar layanan data lebih menjanjikan ketimbang voice bagi Smartfren Telecom. Itu sebabnya, perusahaan hasil merger antara Smart Telecom dan Mobile-8 Telecom itu menghadirkan layanan data CDMA berbasis EVDO Rev B fase 2.

Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim menjelaskan, alasan lebih fokus mengembangkan layanan data internet tak lain karena rendahnya churn rate (nomor hangus) untuk layanan data.

Terlebih, average revenue per user/ARPU (penggunaan rata-rata per pelanggan) untuk data jauh lebih tinggi. Menurutnya, churn rate voice mencapai 80%, sedangkan data cuma 1%. "ARPU data kami Rp 60 ribu, dan voice cuma Rp 15 ribu," kata dia waktu itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itu sebabnya, data kian diutamakan. Berbarengan dengan kampanye 'I hate Slow', Smartfren pun meluncurkan EVDO Rev B fase 2 yang dipercaya mampu menyalurkan akses data hingga 14,7Mbps untuk download dan 5,4Mbps untuk upload.

"Teknologi ini melanjutkan tipe sebelumnya, EV-DO Rev B fase pertama yang kecepatan download maksimalnya 9,3Mbps dan upload hingga 5,4Mbps," papar Djoko dalam rilis yang dikutip, Senin (24/10/2011).

Dijelaskan olehnya, dengan kecepatan 14,7Mbps, teknologi EVDO Rev B fase 2 setara dengan teknologi 3,5G yang dimiliki GSM. Namun teknologi di CDMA ini memiliki koneksi khusus untuk komunikasi data, yang terpisah dari koneksi untuk komunikasi suara sehingga jika terjadi peningkatan trafik di salah satu layanan tidak akan mengangggu dari layanan komunikasi lainnya.

"Kami hadir untuk memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia terhadap kecepatan komunikasi data yang tinggi, untuk itu Smartfren menghadirkan layanan ini," kata Rodolfo Pantoja, CEO Smartfren.

Dengan dukungan data kecepatan tinggi, pengguna akan semakin mudah dalam mendownload berbagai aplikasi ataupun bermain online game. Selain untuk gaming, menurut Chief Technology Officer Smartfren Merza Fachys, teknologi EVDO Rev B ini juga sangat bermanfaat untuk produktivitas di sektor publik, bisnis, maupun edukasi.

Untuk menggunakan jaringan data ini, Smartfren juga menyediakan modem yang mendukung Rev B fase kedua, yakni modem USB seharga Rp 699 ribu dari Huawei dan ZTE yang menyediakan slot RUIM dan mendukung frekuensi 800/1900MHz.

Pembeli modem ini juga mendapatkan gratis akses selama 30 hari dan dapat menggunakannya di komputer berbasis Windows ataupun Mac OS. Untuk layanan, pengguna juga disediakan paket pascabayar dan prabayar serta premium booster untuk kebutuhan harian.

Untuk pascabayar, pengguna cukup membayar Rp275 ribu per bulan. Mereka akan mendapatkan kecepatan up to 14,7 Mbps hingga kuota 60 GB. Pengguna prabayar bisa mendapatkan layanan serupa dengan tarif Rp 150 ribu untuk 30 hari dengan kuota 12 GB. Adapun paket premium booster 14,7Mbps dikenakan tarif Rp 12 ribu per hari.

Dari sisi cakupan layanan, jaringan yang mendukung EVDO Rev B fase kedua tersebut sudah meliputi kawasan Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Denpasar.

"Di Jabodetabek, kita sudah menggelar lebih dari 1.000 BTS yang mendukung layanan ini. Tentunya jumlah BTS akan terus kita tambah seiring dengan pertumbuhan pengguna," kata Merza.

(rou/rou)






Hide Ads