Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hadang SMS Penipuan, Telkomsel Siapkan Pertahanan Berlapis

Hadang SMS Penipuan, Telkomsel Siapkan Pertahanan Berlapis


- detikInet

Jakarta - Telkomsel menyiapkan pertahanan berlapis dalam hal registrasi SMS premium demi menutup celah yang terbuka untuk disalahgunakan oleh penyedia konten (content provider/CP) nakal yang menyedot pulsa pelanggan.

"Kami tegaskan bahwa Telkomsel memiliki mekanisme kebijakan internal untuk mencegah hilangnya pulsa pelanggan akibat layanan konten tertentu," kata Ricardo Indra, GM Corporate Communication Telkomsel, kepada detikINET, Rabu (5/11/2011).

Seperti diketahui, belakangan ini marak beredar SMS penipuan yang menyedot pulsa pelanggan dengan cara yang tak diduga. Setiap pelanggan yang membalas SMS tersebut, langsung disedot pulsanya. Praktik tak terpuji ini, dicurigai dilakukan oleh CP nakal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Telkomsel beserta operator lain, masih menginvestigasi kasus ini secara internal. Namun seperti dikatakan Indra, kemungkinan terjadinya pelanggaran oleh CP sangat kecil sekali.

"Sebenarnya semua ada mekanisme pengaturan antara CP dan operator. Ada bisnis prosesnya dan Telkomsel berkepentingan menjaga pelanggannya. Market sudah sangat mature," kata dia.

"Soal konten yang di-delivered ke pelanggan diatur sangat jelas. Seperti broadcast dari CP resmi hanya boleh dari jam 8 sampe jam 21. Terus kata tak boleh SARA dan berbau politis yang menimbulkan keresahan atau salah persepsi," kata Indra lebih lanjut.

Dalam perjanjian kerja sama (PKS) Mobile Data Content Telkomsel, pasal 6 ayat 1 berbunyi:

"Seluruh kegiatan promosi, baik isi, materi dan hal lainnya yang terkait dengan promosi tersebut harus berdasarkan dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Telkomsel. Tidak mengandung unsur politik, SARA, pornografi dan tidak mencantumkan produk/brand Telkomsel."

Sementara PKS Mobile Data Content Pasal 6 ayat 4 berbunyi: "CP wajib mencantumkan (1) cara aktivasi (2) tarif layanan (3) frekuensi layanan (4) cara deaktivasi (5) nomer call center."

"Tidak ada yg namanya terima SMS terus bisa langsung memotong pulsa," kata Indra.

Ia pun menegaskan, untuk melakukan registrasi pun ketentuannya berlapis. "Setelah pilh YA, akan ada notifikasi yang meminta persetujuan. Sengaja dibikin berlapis. Sebaliknya kalau mau berhenti cukup sekali saja UNREG," lanjutnya.

Tak hanya itu, semua keyword UNREG diterima. "Keyword salah, keyword tidak lengkap, keyword benar, akan diproses non-aktif. Bahkan terminologi lain, seperti: batal, berhenti, quit, stop, out, unsub, unsubscribe, unregister, dan kata lain yang bermakna sama, diterima untuk proses non-aktif," pungkas Indra.

(rou/wsh)





Hide Ads