Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Axis Rengkuh 15 Juta Pelanggan

Axis Rengkuh 15 Juta Pelanggan


- detikInet

Jakarta - Axis mencoba untuk terus eksis di jagad telekomunikasi Indonesia. Hingga kini, sekitar 15 juta pelanggan sudah digaet oleh operator yang terkenal dengan gimmick iklan 'blak-blakan' tersebut.

"15 juta pelanggan mencintai Axis," tukas Chief Technology Officer Axis Michael McPhail, menyoal jumlah pelanggan yang baru saja diraih operator yang diperkuatnya tersebut.

"Kami tidak akan berhenti sampai di sini, namun memiliki target yang terbilang ambisius, yakni 40 juta pelanggan," lanjutnya, dalam jumpa pers yang berlangsung di Jakarta, Kamis (8/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jangkauan Axis sendiri saat ini diklaim sudah mencapai lebih dari 80% populasi di Indonesia, meliputi Jawa, Bali, Lombok, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Dengan berada di lebih dari 400 kota di Tanah Air, Axis mengklaim menjadi operator keempat terbesar dalam hal luas wilayah jangkauan.

Syakieb A. Sungkar, Direktur Sales Axis membocorkan tiga kunci perusahaannya sehingga bisa melangkah sejauh ini. Pertama, Axis dikatakan memiliki kualitas jaringan yang mumpuni. Kedua, adalah dari sisi kampanye marketing komunikasi yang diklaim segar dan mampu menjadi trend setter.

"Ketiga dari sisi distribusi, sehingga produk-produk kami dapat mudah ditemui di berbagai tempat dan memiliki akses visibility yang kuat," tandasnya.

Pun demikian, CEO Axis Eric Aas meyakinkan jika tujuan akhir dari anak usaha Saudi Telecom Company tersebut bukanlah merengkuh jumlah pelanggan sebanyak-banyaknya.

"Namun bagaimana kami bisa melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya dan pelanggan puas dengan itu," pungkasnya.

Axis sendiri baru saja meneken kerja sama ekspansi jaringan dengan vendor asal China, Huawei. Ditargetkan, ada sekitar 5.000 unit BTS baru yang akan siap dibangun, dengan 4.000 unit BTS di antaranya mengusung teknologi 3G.

Proyek ini direncanakan bakal rampung dalam jangka waktu tiga tahun ke depan dan memiliki nilai proyek lebih dari USD 500 juta.

(ash/rns)






Hide Ads