"Investasi US$ 2,5 juta itu kami belanjakan untuk membeli perangkat CMTS (cable modem termination systems) demi menaikkan kapasitas througput dan speed upgrade
melalui lima titik Jabodetabek," kata Dicky Moechtar, Sales Director First Media, di Meradelima, Jakarta, Jumat (19/8/2011) malam.
Dicky menjelaskan, upgrade akan dimulai sejak 24 Agustus ini dan diharapkan rampung akhir tahun seiring penambahan home pass dari 400 ribu menjadi 500 ribu
di akhir tahun. First Media sendiri menargetkan bisa menyediakan 1 juta home pass di 2015 nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
definition) untuk siaran TV-nya, yang kami targetkan di akhir tahun menjadi bertambah 10 ribu menjadi 13 ribu pelanggan HD," papar Dicky.
Dengan peningkatan kapasitas menjadi standard 3 Mbps, Dicky menegaskan, pelanggan tidak akan dikenakan biaya tambahan dalam berlangganan. "Ini memang sudah komitmen kami untuk menyediakan akses digital living di rumah-rumah. Dan 3 Mbps memang sudah menjadi standard dunia," kata dia.
Ia pun menambahkan, dari sisi biaya berlangganan, bandwidth yang ditawarkan First Media sudah menyamai kapasitas internet yang disediakan oleh negara
tetangga. "Tarif kami untuk 3 Mbps sebesar Rp 335 ribu. Ini sama dengan Singapura yang menawarkan biaya 35 SGD untuk akses 3 Mbps," Dicky menegaskan.
Dalam kesempatan yang sama, First Media juga memperbaharui kerja samanya dengan Fox International Channel untuk memperkuat konten siaran di TV kabel
berbayarnya. Disebutkan ada 15 channel yang sudah HDTV ready dari Fox untuk pelanggan HD First Media.
Di Asia, termasuk Indonesia, Fox mengoperasikan 27 saluran dengan berbagai genre hiburan dan berita seperti Starworld, Fox, National Geographic, Star Movies,
V-Channel, dan lainnya.
(rou/ash)