Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Asal Transparan, RBT-ads Bisa Saling Menguntungkan

Asal Transparan, RBT-ads Bisa Saling Menguntungkan


- detikInet

Jakarta - Mobile advertising di ponsel lewat ring back tone atau RBT-ads, merupakan skema bisnis baru yang sebenarnya bisa menguntungkan semua pihak, mulai dari pelanggan pemilik nomor telepon, operator telekomunikasi, content provider, hingga pemasang iklan.

Bisnis simbiosis mutualisme ini, menurut Tohang, Chief Financial Officer PT Kami Kaya Kreasi (3K), bisa jadi besar asalkan semua dilakukan secara fair dan transparan. Langkah itu yang coba dirintis 3K secara ekslusif melalui kerja sama RBT-ads bersama operator seluler Telkomsel.

"Bagi pelanggan, mereka sebenarnya diuntungkan dengan RBT-ads ini. Sebab, setiap kali mereka ditelepon, mereka malah dapat bonus reward dari kami. Berbeda dengan jingle RBT yang justru harus bayar meski pemilik nomor teleponnya sendiri tidak mendengarkan," jelasnya kepada detikINET di Pacific Place, Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reward yang ditawarkan dalam program RBT-ads dengan nama produk BizRing ini, antara lain seperti bonus SMS, talktime, pulsa data, serta undian berhadiah setiap bulannya. Bersama dengan Telkomsel, kampanye perkenalan RBT-ads ini telah dilakukan sejak dua bulan yang lalu.

"Kami memperkenalkan RBT-ads ini dengan cara membroadcast SMS ke lebih dari 11 juta pelanggan Telkomsel. Yang merespons dengan membalas 'Ya' lewat SMS, total ada sekitar 135 ribu pelanggan. 50 ribu di Semarang, 40 ribu di Jakarta, dan sisanya di tiap-tiap kota masing-masing 5 ribu," ungkap Tohang.

Untuk membuktikan penawarannya, 135 ribu pelanggan yang mendaftar itu langsung mendapatkan bonus pulsa SMS seketika. Kemudian, sejumlah pelanggan yang beruntung telah mendapatkan hadiah menarik seperti motor Scoopy, sepeda, laptop, BlackBerry, PS3, dan lainnya.

"Kami akan memberikan hadiah kepada pelanggan RBT-ads kami setiap bulannya. Untuk pengundian pertama ini, kami mengalokasikan hadiahnya langsung, total sekitar Rp 80 juta. Hadiah ini diundi dan diumumkan secara transparan di hadapan Notaris, perwakilan dari Kepolisian, Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan Telkomsel," papar Tohang.


Penuh Tantangan

Bisnis RBT-ads ini saling menguntungkan karena semua pihak kebagian 'kue' sesuai porsinya. Pelanggan yang nomor teleponnya menganggur (idle) ketika tidak menggunakan nada sapa atau RBT, bisa mendapat beragam bonus, sementara content provider dan operator bisa sharing revenue dari pemasang iklan.

"Pemasang iklan pun juga diuntungkan karena pariwaranya bisa langsung didengarkan oleh ratusan juta penelepon potensial," kata Tohang.

Meski saling menguntung, Tohang tak memungkiri perlu waktu lama untuk merintis bisnis ini agar tumbuh besar. "Penuh tantangan, sebab tak mudah untuk mendapatkan kepercayaan pemilik nomor telepon dan pemasang iklan. Bisnis ini memang harus dibangun berdasarkan kejujuran dan transparansi jika mau tumbuh besar."

Memang benar tak mudah. Sebab, dari 11 juta pelanggan diajak untuk mencoba RBT-ads lewat penawaran broadcast SMS, hanyak 135 ribu yang tertarik. "Baru 1%. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk membangun kepercayaan agar 99% lainnya berani ikut mencoba. Mungkin banyak yang langsung mendelete SMS broadcast macam ini begitu masuk di ponsel tanpa sempat membacanya terlebih dulu."

"Di sini kami berusaha untuk fair, karena kami menggunakan default 'No' saat memberikan penawaran menjadi anggota. Jadi kalau pelanggan tidak berkenan, mereka tak perlu repot-repot membalas SMS 'No' untuk tidak berlangganan. Kalau pun mereka tertarik, mereka harus membalas 'Ya' atas kesadaran dan keinginannya sendiri," jelas Tohang.

Meski tak mudah untuk mengedukasi pelanggan dan pemasang iklan, namun optimisme terus dipertahankan. Tohang percaya, suatu saat RBT-ads akan tumbuh besar. Terlebih, bisnis jingle RBT mulai menurun belakangan ini.

Menurut catatan, pelanggan jingle RBT di Telkomsel kini berjumlah 3 juta. Sementara, jumlah pelanggan Telkomsel telah lebih dari 100 juta. Itu artinya, banyak pelanggan potensial lainnya yang bisa digarap untuk bisnis RBT-ads ini.

"Dalam kerja sama ekslusif bersama Telkomsel ini, RBT-ads tak akan kami tawarkan kepada pelanggan yang sudah berlangganan jingle lagu RBT. Ini supaya tidak saling memakan pangsa pasarnya. Namun pastinya, RBT-ads ini akan jadi peluang bisnis baru untuk menambah pendapatan operator," tandas Tohang.

(rou/fw)







Hide Ads