"Kita sudah tidak lagi bangun BTS voice, tapi BTS untuk mobile broadband. Karena ke depan, voice sudah bisa over broadband," kata Mas'ud Khamid, Executive General Manager Telkom Flexi, di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
Flexi sendiri telah mengalokasikan dana sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar untuk membangun 1300 BTS baru berbasis teknologi CDMA EVDO (evolution data only) di 10 kota besar di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepuluh kota yang dimaksud adalah Jakarta, Bandung, Makassar, Denpasar, Banjarmasin, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Pekanbaru, dan Medan.
Flexi yang saat ini digunakan oleh 18 juta pelanggan, sebelumnya mengandalkan 6000 BTS lama untuk layanan voice, SMS, dan data. BTS lama tersebut, nantinya akan difokuskan untuk voice, sedangkan BTS baru untuk data.
"Dari 18 juta pelanggan yang kami layani, satu juta di antaranya aktif menggunakan layanan data," kata Mas'ud.
Dari 18 juta pelanggan dengan average revenue per user (ARPU) sebesar Rp 30 ribu per bulan, Flexi sendiri membukukan omzet pendapatan sebesar Rp 4 triliun. Meski voice masih memberikan kontribusi besar, namun trennya mulai stagnan, bahkan menurun.
"Itu sebabnya kami memfokuskan diri untuk layanan data. Turunnya voice akan ditutup oleh pendapatan dari data," tandas Mas'ud.
(rou/fyk)