Irvan Nasrun, praktisi Internet Indonesia mengimbau, akan lebih baik jika Blackberry menyediakan server filtering sendiri. Pasalnya, penggunaan Nawala menyebabkan aktivitas browsing di BlackBerry lebih lambat.
"Dikhawatirkan juga untuk membuka beberapa website di bawah Akamai akan mengalami masalah misalnya untuk membuka Facebook, Microsoft, Intel, dan lainnya," tukas Irvan kepada detikINET, Kamis (20/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Irvan, koneksi dari RIM ke Nawala yang di bawah jaringan Telkom dan Biznet adalah melalui koneksi internasional. Jadi apabila terjadi masalah pada upstream Telkom atau Biznet maka akses internet di BlackBerry juga akan mengalami masalah.
Kekhawatiran serupa pun turut diungkapkan oleh Muhammad Salahuddien Manggalanny, pengurus Yayasan Nawala. Menurutnya, akibat dari disisipkannya DNS Nawala di jalur browsing BlackBerry maka akan meningkatkan latency.
Sebab, trafik dari proxy RIM di Kanada itu me-request ke DNS Nawala di Indonesia lalu kembali lagi ke Kanada. Idealnya, proxy RIM di Indonesia jadi lebih dekat ke Nawala.
"Kemungkinan lain Nawala membuat managed services mirror sistem Nawala di Kanada. Tentu dengan modal dari RIM, tapi kendali dan maintenance tetap di Nawala," tukas pria yang biasa disapa Didin dan juga menjabat sebagai Wakil Ketua ID-SIRTII ini.
Meski demikian, pengguna BlackBerry diimbau tak perlu terlalu khawatir. Sebab, Didin menandaskan, pengaruh kepada kecepatan browsing ini cuma sedikit pengaruhnya. "Namun tetap ada yang bisa merasakan lebih lambat," pungkasnya. (ash/rns)