Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Praka Rico Pramudia Gugur Usai Serangan Israel di Lebanon, Warganet Murka

Praka Rico Pramudia Gugur Usai Serangan Israel di Lebanon, Warganet Murka


Adi Fida Rahman - detikInet

Praka Rico Pramudia (31), prajurit TNI yang menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur akibat serangan. Dia sempat dirawat usai terluka akibat serangan pada bulan lalu. (dok UNIFIL)
Praka Rico Pramudia Gugur Usai Serangan Israel di Lebanon, Warganet Murka. Foto: dok UNIFIL
Jakarta -

Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia. Praka Rico Pramudia, prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), dinyatakan gugur setelah menjalani perawatan intensif di Beirut, Lebanon.

Praka Rico mengembuskan napas terakhir pada Jumat (24/4/2026), setelah sebelumnya mengalami luka parah akibat serangan artileri yang menghantam pos pasukan Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada 29 Maret 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Pihak United Nations Interim Force in Lebanon menyampaikan duka mendalam atas wafatnya prajurit Indonesia tersebut. Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyesalkan insiden yang menyebabkan luka serius hingga akhirnya merenggut nyawa Praka Rico.

"UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas," demikian pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun media sosial mereka.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mengutuk keras serangan tersebut. Dalam keterangan resminya, Kemlu menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

"Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB adalah pelanggaran serius dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," tulis Kemlu seperti dikutip dari detikNEWS.

Insiden ini terjadi di tengah memanasnya konflik antara Israel Defense Forces dan kelompok bersenjata di Lebanon Selatan. Serangan artileri dari tank Israel dilaporkan menghantam area sekitar pos pasukan UNIFIL, termasuk kontingen Indonesia yang sedang menjalankan misi kemanusiaan.

Dengan gugurnya Praka Rico, tercatat sudah empat prajurit TNI yang menjadi korban dalam eskalasi konflik di wilayah tersebut. Sebelumnya, tiga personel lainnya juga dilaporkan gugur atau mengalami luka serius dalam insiden serupa saat bertugas di bawah bendera PBB.

Reaksi Warganet: Duka dan Kemarahan

Kabar gugurnya Praka Rico langsung menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat. Ribuan warganet Indonesia mengungkapkan rasa duka sekaligus kemarahan atas insiden tersebut.

Banyak yang menyebut almarhum sebagai "pahlawan perdamaian" yang gugur saat menjalankan tugas mulia demi menjaga stabilitas dunia. Ucapan belasungkawa membanjiri unggahan resmi dari TNI, Kemlu, hingga UNIFIL.

Tak sedikit pula yang mendesak komunitas internasional untuk bertindak tegas. Warganet menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak bisa dibiarkan dan harus direspons serius oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Praka Rico Pramudia tutup usia usai luka parah akibat serangan di Lebanon akhir Maret. Tercatat 4 prajurit TNI yang gugur saat menjalani tugas sebagai UNIFIL. (dok TNI)Praka Rico Pramudia tutup usia usai luka parah akibat serangan di Lebanon akhir Maret. Tercatat 4 prajurit TNI yang gugur saat menjalani tugas sebagai UNIFIL. (dok TNI) Foto: Praka Rico Pramudia tutup usia usai luka parah akibat serangan di Lebanon akhir Maret. Tercatat 4 prajurit TNI yang gugur saat menjalani tugas sebagai UNIFIL. (dok TNI)

"Selamat jalan, Kopral Rico. Terima kasih atas pengabdianmu menjaga perdamaian dunia di bawah bendera Merah Putih. Gugurnya Kopral Rico adalah luka bagi kita semua. Ini bukan sekadar angka, ini adalah nyawa ksatria yang dikhianati oleh pihak yang tidak menghormati protokol keamanan PBB. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Indonesia bangga padamu, pahlawan," ucap @triwul82.

"Israel membunuh Rico Pramudia di Lebanon Selatan. Dia meninggal dunia akibat luka-lukanya hari ini. Dia bukan seorang pejuang - dia adalah pasukan penjaga perdamaian PBB dari Indonesia. Israel tetap membunuhnya. Dan tidak ada sepatah kata pun dari media Barat. Tidak ada kemarahan internasional. Tidak ada keadilan. Tidak ada pertanggungjawaban," ujar @sahouraxo.

"Duka kembali memerih seiring gugurnya Praka Rico Pramudia. Bangsa ini sedih, marah! Lagi-lagi putra terbaik bangsa, Praka Rico Pramudia, 31 tahun, prajurit TNI yang bertugas sebagai tentara perdamaian, gugur di Lebanon. Bukan karena menjadi musuh dalam sebuah peperangan, tapi karena serangan keji Zionisme yang tuna perikemanusiaan terhadap pasukan perdamaian PBB," kata @afifahafra79.

"Darah prajurit Indonesia kembali tumpah di Lebanon. Rico Pramudia tewas dibunuh tentara Israel. Biadab!" kata @KasanBaret.

"Tragis. Seorang pasukan penjaga perdamaian dibunuh oleh Israel. Di mana kemarahan publik? Ini adalah pasukan penjaga perdamaian keenam yang tewas dalam waktu sekitar 2 minggu. Orang ini bertindak atas nama PBB untuk melindungi warga sipil yang tidak bersalah. Saya belum mendengar satu pun kata-kata kecaman dari kekaisaran Barat," ujar @LynneFarrow2.

Profil Praka Rico Pramudia

Praka Rico Pramudia lahir sekitar tahun 1995 dan berusia 31 tahun saat gugur. Ia merupakan prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang tergabung dalam kontingen Garuda UNIFIL.

Almarhum berasal dari kesatuan Batalyon Infanteri (Yonif) 114/Satria Musara (SM) Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda.

Rico menikah dengan Yulia Putri pada 27 November 2019. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai seorang putra yang kini masih balita.

Sebagai prajurit profesional, ia rela meninggalkan keluarga untuk menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia di zona konflik Lebanon Selatan.

Tugas utama kontingen Indonesia di UNIFIL adalah memantau gencatan senjata, melindungi warga sipil, dan menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel sejak misi ini dibentuk PBB pada 1978.

Gugurnya Praka Rico menjadi pengingat betapa berat dan berbahayanya tugas pasukan perdamaian di tengah eskalasi konflik.






(afr/afr)








Hide Ads