Jaminan keberlangsungan layanan Flexi ini disampaikan oleh Sekjen DPP Sekar Telkom, Asep Mulyana, di Jakarta, Sabtu (18/12/2010).
"Meskipun kami kerap turun ke jalan untuk melancarkan aksi penolakan merger Flexi-Esia, namun pelayanan pelanggan tetap kami utamakan," tegas Asep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak semua karyawan kami kerahkan turun, ada yang mesti tetap tinggal untuk menjaga layanan," lanjut dia.
Aksi demo yang dilancarkan Sekar Telkom jelang RUPSLB kemarin, sempat diterpa rumor tidak sedap. Ada yang menduga aksi ini ditunggangi pihak ketiga yang ingin menggoyang hegemoni manajemen tingkat atas Telkom.
"Perlu saya tegaskan, jika aksi ini ada yang menunggangi, tak mungkin semua divisi yang ada di Telkom mengirimkan perwakilannya untuk menolak rencana merger Flexi-Esia. Mereka itu orang intelektual, tak mungkin mudah dibodohi," kecam Asep.
Menanggapi hasil RUPSLB kemarin, Sekar meski mengaku kecewa namun tetap berharap pergantian komisaris yang baru bisa membawa secercah harapan.
"Kami berharap manajemen di bawah komisaris yang baru bisa mempertimbangkan pembatalan rencana konsolidasi Flexi-Esia. Jika tidak, kami tak berani menjamin layanan Flexi tetap akan optimal," tandasnya.
Adapun hasil RUPSLB Telkom kemarin menghasilkan susunan kepengurusan manajemen yang baru, sebagai berikut:
Komisaris utama Telkom: Jusman Syafii Djamal
Komisaris Independen: Rudiantara
Komisaris Independen: Johnny Swandi Sjam
Komisaris: Bobby AA Nazief
Komisaris: Mahmuddin YasinΒ
Direktur Utama: Rinaldi Firmansyah
Direktur Network & Solution: Ermadi Dahlan
Direktur Keuangan: Sudiro Asno
Direktur Konsumen: I Nyoman G. Wiryanata
Direktur Human Capital & General Affair : Faisal Sjam
Direktur Compliance& Risk Management: Presetio
Direktur Enterprise & Wholesale: Arief Yahya
Direktur IT & Supply: Indra Utoyo
Terkait kelanjutkan sinergi Flexi dengan Esia, Rinaldi yang kembali terpilih sebagai Dirut Telkom mengatakan konsolidasi akan menjadi tren di masa mendatang mengingat industri telekomunikasi telah disesaki banyak operator.
"Player kita sudah terlalu banyak, ada lima GSM dan enam CDMA. Tren ke depan memang konsolidasi. Dalam lima tahun ke depan industri telelekomunikasi mengarah ke 2.0," paparnya.
(rou/ash)