Demikian hasil penelitian lembaga riset internasional Roy Morgan yang diungkapkan Direktur Roy Morgan Indonesia, Irawati Soekirman dalam Indonesia Innovation Conference di Kantor Pusat Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Dalam riset tersebut ada sekitar 30,5 juta orang yang tinggal di kota besar. Dari angka tersebut, baru sekitar 16,5 juta orang yang mengakses aplikasi mobile.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan survei yang dilakukan lembaga tersebut, 60 persennya mengaku bersedia membayar harga aplikasi dengan biaya Rp 1.000-Rp 5.000 per download aplikasi. Sebanyak 38 persen memilih membayar dengan skema tarif paket, dengan kisaran Rp 10.000-Rp 30.000 per paket.
"Kalau diambil nilai terendah, Rp 1.000 per aplikasi, dengan 14 juta penduduk kota besar yang belum mengakses aplikasi mobile, berarti ada potensi pasar senilai Rp 14 miliar. Itu angka minimal karena tidak sedikit yang rela membayar lebih tinggi," ujarnya saat ditanya detikINET, Selasa (23/11/2010).
Sebagian besar pengguna aplikasi mobile, lanjutnya, adalah pelajar dan pekerja muda dengan usia di bawah 24 tahun. Jenis aplikasi yang paling banyak diakses oleh seluruh pengguna aplikasi mobile adalah musik dan games, selain sosial network.
"Pasar yang belum tergarap dengan baik adalah usia di atas 24 tahun. Ini cukup dominan yakni 57,4 persen," katanya.
Menurut dia, hasil penelitian tersebut diperoleh berdasarkan survei yang dilakukan pada Oktober 2010. Riset dilakukan di tujuh kota besar di tanah air, yaitu Bandung, Jakarta, Medan, Manado, Makassar, Surabaya, dan wilayah Bogor Tangerang Bekasi.
(afz/wsh)