Rencananya, uji jaringan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel)Β dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tersebut akan dilakukan, Selasa (31/8/2010). Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S.Dewa Broto mengatakan, area yang akan dicek terdiri dari beberapa tujuan.
Trayek pertama, menyusuri Jakarta β Cirebon β Losari. Kedua, Jakarta β Cileunyi β Nagrek β Garut β Tasikmalaya. Ketiga, Jakarta β Semarang β Jogja β Solo, dan terakhir adalah Jakarta β Merak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejatinya, sejumlah operator sudah menginformasikan kepada masyarakat melalui media tentang kesiapan mereka menghadapi musim lebaran 2010. Hanya saja, Kominfo tidak mau ambil risiko, sehingga diputuskan untuk tetap mengadakan pengecekan jaringan karena trafik telekomunikasi diperkirakan akan mengalami lonjakan yang sangat signifikan.
Meski demikian, Gatot mengakui, jika mungkin, ada saja pihak yang menyangsikan efektifitas pengecekan lapangan ini dengan dasar bahwa pada 31 Agustus 2010 belum akan terjadi lonjakan trafik telekomunikasi dan arus mudik.
Namun Gatot berkilah, Kominfo dan BRTI akan dapat menggunakan indikator pengukurannya di tanggal tersebut untuk mengetahui sampai seberapa jauh tingkat kemampuan seluruh penyelenggara telekomunikasi dalam mengusahakan komitmennya kepada masyarakat pada saat berlangsung peningkatan trafik.
"Dengan kata lain, peninjauan lapangan tersebut tetap sangat penting dan hasil evaluasinya akan segera dijadikan pertimbangan dalam menilai kesiapan seluruh penyelenggara telekomunikasi menghadapi lebaran ini, sebagaimana dampaknya cukup efektif juga untuk perbaikan kualitas layanan seperti saat test lapangan pra Lebaran 2008 dan 2009 lalu," jelas Gatot.
Jalannya Pengujian
Adapun parameter yang akan dicek dalam peninjauan tersebut meliputi ketersediaan jaringan, endpoint service, ketersediaan layanan (baik on-net maupun off-net) dan kinerja layanan pesan singkat.
Dalam pengukuran ini akan dapat diketahui persentase kemungkinan terjadinya drop call dan block call. Adapun metode pengecekan adalah menggunakan sistem test call dan drive test. Jika dalam test call, maka pengujian ini dilakukan dengan posisi tidak bergerak dalam wilayah yang dapat diakses publik yang berada di dalam wilayah cakupannya.
Dalam test call ini juga termasuk dengan uji coba pengiriman SMS. Sedangkan dalam sistem drive test, pengujian dilakukan ketika berkendaraan di jalan utama dan daerah perdagangan serta pemukiman padat penduduk. Di samping itu juga akan dilakukan serangkaian panggilan pengujian baik yang off-net maupun on-net. Antena perangkat bergerak yang memanggil dan yang menerima pun harus ditempatkan pada ketinggian yang sama dan di dalam kendaraan yang sama.
Dengan demikian, pengukuran ini ada yang bersifat stasioner, artinya menguji di area-area tertentu yang diperkirakan akan menjadi titik-titik kepadatan arus mudik dan juga bersifat mobile, yaitu dengan menumpang kendaraan yang bergerak.
"Dengan menggunakan peralatan dan metode standar dan diakui secara regulasi, pengukuran dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kualitas sinyal di sepanjang daerah dan jalur yang dilalui. Pengukuran kualitas dilakukan pada layanan 2G dan 3G, mulai dari voice call, video call, SMS, dan data (internet dan BlackBerry)," tandas Gatot. (ash/rns)