Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hindari Penggelembungan, Operator Perlu Standardisasi

Hindari Penggelembungan, Operator Perlu Standardisasi


- detikInet

Jakarta - Jumlah pelanggan kerap menjadi senjata operator untuk mengatrol posisinya di pasar. Namun, karena tidak adanya standardisasi penghitungan, operator bisa sesukanya menggelembungkan jumlah pelanggannya sesuai kebutuhan.

Berangkat dari permasalahan ini, para operator yang tergabung dengan ATSI (Asosiasi
Telekomunikasi Seluler Indonesia) akhirnya sepakat untuk meminta pemerintah membuat
aturan baku tentang standardisasi penghitungan pelanggan.

Menurut Ketua Umum ATSI, Sarwoto Atmosutarno, pihaknya telah beraudiensiΒ  dengan Plt Dirjen Postel Kementerian Komunikasi dan Informatika, Muhammad Budi Setiawan, dengan mengedepankan agenda standardisasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cara operator menghitung jumlah pelanggan beda-beda. Ada yang dengan cara A atau B, ada yang dua bulan tidak aktif, tiga bulan, atau tahunan, masih dihitung sebagai pelanggan. Sehingga kami perlu standardisasi," keluh Sarwoto di Fx Plaza, Jakarta, Senin (9/8/2010).

Menurut ATSI, penghitungan jumlah pelanggan yang tidak akurat bisa berpengaruh buruk pada kondisi keuangan perusahaan operator.

"Kalau metode penghitungannya jelas dan logis, tentunya tidak menjadi persoalan.
Tapi kalau tidak jelas dan logis, operator bisa dipertanyakan. Jumlah pelanggan itu
adalah informasi penting," tandas Sarwoto.

Salah penghitungan jumlah pelanggan pernah dialami operator Indosat belum lama ini. Sang operator merevisi jumlah pelanggannya, dari 39,1 juta pada akhir kuartal pertama Maret 2010 menjadi 37,7 juta pada akhir kuartal berikutnya, Juli 2010.

Indosat saat dikonfirmasi membantah telah menggelembungkan jumlah pelanggannya. Operator yang sahamnya dikuasai Qatar Telecom ini mengklaim telah terjadi kesalahan teknis penghitungan. Sehingga pelanggan yang nomornya sudah hangus belum dihapus di sistem.

"Indosat telah melakukan penyesuaian jumlah pelanggan selulernya mengingat terjadinya anomali proses pencatatan dalam sistem dan saat ini telah dilakukan perbaikan. Hal ini telah diumumkan ke bursa pada tanggal 22 Juli," jelas Strasfiatri Auliana, Corporate Secretary Indosat.
(rou/eno)




Hide Ads