Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Simalakama Pemblokiran BlackBerry: Siapa Paling Kuat?

Simalakama Pemblokiran BlackBerry: Siapa Paling Kuat?


- detikInet

Jakarta - Sebagai produsen, Research in Motion (RIM) tentu ingin BlackBerry terus digunakan banyak  orang sebagai handset dengan keamanan data yang bisa diandalkan. Namun jika layanannya lantas diblokir, siapa yang bisa pakai?

Dilema ini bukan hanya menimpa RIM, perusahaan dari Kanada, namun juga sejumlah negara yang  mengancam pemblokiran. Arab Saudi, misalnya. Seperti dilaporkan AFP, ancaman pemblokiran  yang mulanya begitu lantang menggema ke seluruh dunia, ternyata hanya sanggup bertahan  empat jam saja.

Dalam laporan Associated Press yang dipublikasikan New York Times, pemblokiran BlackBerry  hanya bisa ditangguhkan kerajaan Arab jika RIM setuju untuk memenuhi desakan yang diminta sebelumnya yakni, mengizinkan untuk memonitor penuh komunikasi data, serta mau menempatkan server lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, dengan dihentikannya pemblokiran BlackBerry di Arab, apakah ini karena RIM akhirnya  setuju untuk memenuhi kesepakatan yang diminta? Atau RIM terpaksa menyerah karena tak mau  kehilangan pasar BlackBerry yang sangat menjanjikan?

Entahlah. Yang jelas, seperti dikutip detikINET, Senin (9/8/2010), pejabat komisioner untuk bidang Komunikasi dan Informatika Arab Saudi, Bandar
al-Mohammed, saat diwawancara AFP menyatakan atau mungkin mengklaim, RIM telah membersitkan niatnya untuk menempatkan server BlackBerry di Arab Saudi.

Tak hanya itu, jika deal itu benar-benar terjadi, maka paket persetujuan lainnya agar BlackBerry tidak terus diblokir ialah dengan memberi izin kunci duplikat enkripsi data. Yang pada akhirnya, bisa membuat Arab mengintip komunikasi data pelanggan BlackBerry negaranya.

"Meskipun RIM mengenkripsi email, kesepakatan itu (jika benar demikian merupakan pesan terbuka kepada lembaga pengawas di pemerintahan Arab Saudi," kata Bruce Schneier, Chief Security Technology Officer BT, operator telekomunikasi dari Inggris.

Wacana pemblokiran BlackBerry jadi ramai dipertimbangkan banyak negara karena
handset ini dinilai punya potensi besar mengancam keamanan negara. Sebab, informasi yang terenkripsi dianggap sulit dilacak dan dimonitor karena tak melalui server domestik.

Pemerintah Arab takut skema layanan terenkripsi semacam BlackBerry ini bisa
dimanfaatkan oleh kelompok militan dan teroris untuk menghindari pelacakan.
Kekhawatiran yang sama diperlihatkan oleh Uni Emirate Arab (UAE) dan India, termasuk Indonesia belakangan ini.

Menurut Schneier, email yang dikirim lewat BlackBerry pelanggan hanya dienkripsi saat pengiriman terjadi dari ponsel ke server. Begitu server lokal dibangun, lanjut dia, maka pesan yang terkirim lewat BlackBerry akan terdekripsi (terbuka proteksinya) untuk penyortiran dan distribusi.

"Dengan demikian, enkripsi (proteksi) menjadi tidak relevan lagi pemerintah Arab Saudi. Mereka akan (bisa) membaca semuanya," papar sang eksekutif telekomunikasi.

RIM menolak untuk berkomentar tentang perjanjian kesepakatan yang dilontarkan akhir pekan lalu. Perusahaan yang berbasis di Toronto, Kanada, ini kembali menegaskan pernyataan sebelumnya tentang penolakan membuka akses data BlackBerry atas desakan sejumlah negara.

Meski RIM bersikeras rahasia teknologinya tak bisa dibeberkan untuk pihak mana pun, namun di sisi lain, Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Peter Van Loan, mengkonfirmasikan telah melakukan perundingan resmi bersama RIM dan pemerintah Arab Saudi, Jumat lalu, untuk menghentikan pemblokiran.

Di lain kesempatan, pejabat regulasi Arab lainnya yang tak mau disebut namanya, juga mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pengujian untuk memastikan cara instalasi server BlackBerry di dalam negerinya.

"Apapun yang dilakukan Arab Saudi akan diikuti oleh negara lain di sekitarnya," demikian analisa dari John Sfakianakis, bos perusahaan finansial ternama di Arab yang sempat mengalami gangguan saat layanan BlackBerry diblokir di Arab.

"RIM lumayan cerdas. Mereka melihat (Arab) ini adalah pasar yang sangat
menguntungkan. Tentu, mereka tak ingin menarik diri keluar dari pasar ini,"
Sfakianakis melanjutkan analisanya.

Artinya?

(rou/rns)







Hide Ads