Seperti dilaporkan AFP, pemblokiran sekejap tersebut terjadi pada Jumat (6/8/2010) sekitar pukul 21.30 malam waktu setempat. Namun setelah empat jam berselang, gangguan yang menyerang layanan pesan itu sudah kembali normal.
Pihak pemerintah ataupun regulator telekomunikasi Arab Saudi sendiri masih belum memberi komentar tentang kejadian ini. Tentu komentar mereka patut disimak, sebab sebelumnya mereka terkesan begitu tegas ketika mengumbar ancaman pemblokiran ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukuman bagi operator yang membandel pun tidak tanggung-tanggung, yakni diancam denda hingga US$ 1,3 juta.
Β
Arab Saudi beserta Uni Emirat Arab (UEA) sebelumnya menjadi obrolan hangat penggiat BlackBerry dunia lantaran mengeluarkan ancaman memblokir layanan yang berjalan di perangkat besutan Research In Motion (RIM) tersebut.
Kedua negara ini mengaku kecewa karena tak bisa memonitor komunikasi yang lalu-lalang lewat BlackBerry karena menyalurkan data enkripsinya secara otomatis ke server komputer di luar kedua negara itu.
Abdulrahman Mazi, salah satu petinggi dewan dari operator BUMN Saudi Telecom, mengakui keputusan ini sebagai salah satu cara untuk menekan RIM agar mau merilis data komunikasi pengguna jika suatu saat dibutuhkan.
Sementara, Badan Regulasi Telekomunikasi UEA (TRA), menyatakan kurangnya compliance dari layanan BlackBerry RIM akan regulasi setempat, bisa mengancam yudisial, sosial, dan keamanan nasional bangsa Arab.
(ash/ash)