Sejumlah fitur yang diblokir UEA antara lain: email, internet, dan instant messaging ke sesama pengguna handset BlackBerry. Sedangkan Arab Saudi memblokir seluruh layanan pesan instan di BlackBerry.
Kedua negara ini mengaku kecewa karena tak bisa memonitor komunikasi yang lalu-lalang lewat ponsel smartphone besutan Research in Motion (RIM) dari Kanada itu. Sebab, BlackBerry menyalurkan data enkripsinya secara otomatis ke server komputer di luar kedua negara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdulrahman Mazi, salah satu petinggi dewan dari operator BUMN Saudi Telecom, mengakui keputusan ini sebagai salah satu cara untuk menekan RIM agar mau merilis data komunikasi pengguna jika suatu saat dibutuhkan.
Sementara, Badan Regulasi Telekomunikasi UEA (TRA), menyatakan kurangnya compliance dari layanan BlackBerry RIM akan regulasi setempat, bisa mengancam yudisial, sosial, dan keamanan nasional bangsa Arab.
RIM sendiri belum memberikan komentar terhadap kasus serupa di kedua negara Arab ini. Saat ini pelanggan BlackBerry di UEA diperkirakan berjumlah 500 ribu. Sedangkan di Arab Saudi, jumlahnya mencapai 400 ribu.
(rou/rou)