Menurut Agus Setia Budi, Deputy Vice President Channel Management Telkomsel, perangkat yang sudah dibundel pihaknya sejauh ini meliputi ponsel, modem, netbook, serta gadget lainnya. Vendor yang digandeng pun mulai dari mitra vendor lokal sampai vendor internasional seperti Nokia, BlackBerry, dan Apple.
"Apapun perangkatnya asal bisa digunakan untuk mengakses internet akan kita bundling. Hal ini untuk memastikan bahwa pelanggan di Indonesia mendapatkan akses jaringan terbaik," jelasnya pada detikINET usai kerja sama bundling dengan MLW Telecom di Hotel Crowne Plaza, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"MLW total sudah memasok 18 tipe perangkat untuk Telkomsel jika dihitung dari tahun 2008. Jumlahnya unitnya sudah banyak sekali, termasuk modem dengan garansi terlama pertama yang sampai 36 bulan," kata Direktur Product Marketing MLW Telecom, Rahmad Widjaja Sakti.
Dalam kerja sama bundling dengan para vendor, Telkomsel memang tak mengeluarkan biaya investasi signifikan. "Paling kami hanya keluar biaya sharing marketing bersama. Tapi kalau dilihat dari 7 juta unit yang kami bundling, kami harus menyediakan satu kartu perdana seharga Rp 5.000 untuk setiap unit," kata Agus.
Jika dijumlah melalui matematika sederhana, total biaya untuk kartu perdana yang diinvestasikan selama setahun lewat bundling 7 juta unit ini, maka Telkomsel memerlukan sedikitnya biaya Rp 35 miliar.
"Itu belum termasuk bonus pulsa dan bonus internet tiga bulan. Tapi menurut kami biayanya tetap tidak signifikan jika dibanding hasil yang didapat. Sebab, churn rate dari bundling product sangat rendah," tandas Agus.
Menurutnya, dari 88 juta pelanggan seluler Telkomsel saat ini, sudah ada 3 juta pelanggan aktif yang menggunakan perangkatnya untuk mengakses internet broadband. Mayoritas perangkat tersebut merupakan hasil dari program bundling antara Telkomsel beserta mitranya.
Β
(rou/rou)