Menurut Vice President Marketing and Support Biznet Networks, Endra Leonardy, biaya Rp 5 hingga 7 juta itu sudah termasuk untuk kabel dan kontraktor yang menggali dan memasangnya. Namun itu belum termasuk perizinannya.
"Nah, perizinan itu yang bikin mahal. Biayanya bisa lebih dari lima kali lipatnya. Tiap kelurahan saja bisa beda-beda harganya. Itu untuk yang di outer ring saja, bagaimana dengan yang di ring satu seperti pusat Jakarta," keluhnya kepada detikINET di Cityloft, Jakarta, Senin (12/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Jakarta sendiri, kata Endra, jaringan serat optik Biznet telah menjangkau 14 gedung di pusat perkotaan serta 61 dari 88 kelurahan yang ada di Jakarta. "80% jaringan kami ada di Jakarta," katanya.
Endra sendiri mengaku tak tahu pasti investasi yang dikeluarkan untuk membangun serat optik tahun ini. "Setiap kami dapat profit, kami langsung bangun lagi. Jadi tidak ada alokasi khusus," katanya.
Saat ini, Biznet yang lebih memilih untuk membangun pasar pelanggan internet serat optik ketimbang nirkabel lewat WiMax, telah memiliki 15 ribu pelanggan UKM dan korporat. Untuk ritel, perusahaan itu memiliki 3.000 pelanggan personal rumahan.
(rou/rns)