Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indosat Kembali Ditinggal Punggawa

Indosat Kembali Ditinggal Punggawa


- detikInet

Jakarta - Indosat kembali ditinggal oleh para punggawa yang punya peranan penting di posisinya masing-masing. Apa penyebab hengkangnya petinggi operator telekomunikasi dengan pelanggan terbanyak kedua di negeri ini?

Sejak Johnny Swandi Sjam digantikan oleh Harry Sasongko sebagai Direktur Utama Indosat yang baru, sejumlah petinggi yang jadi figur di perusahaan itu perlahan mulai angkat kaki. Sebut saja Syakieb Ahmad Sungkar, Guntur Siboro, Adita Irawati, dan Dewi Pelitawati.

Syakieb sebelumnya sempat memegang jabatan Regional Sales Director di Indosat -- sebelum digeser jadi Chief Sales Officer. Kini ia telah keluar dari Indosat dan bergabung dengan Natrindo Telepon Seluler (Axis).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Guntur, yang dulunya Direktur Marketing -- sebelum akhirnya juga digeser jadi Chief Marketing Officer, juga telah resmi resign dari Indosat. Ia mengaku ingin terjun ke dunia pendidikan menjadi akademisi. "Itu sudah cita-cita lama saya," jelasnya kepada detikINET, setelah ia mengundurkan diri beberapa waktu lalu.

Sedangkan Adita yang biasa berhubungan dengan media sebagai Group Head of Corporate Communication Indosat juga telah keluar dan berpindah haluan tak lagi di industri telekomunikasi. Kemudian, posisi Group Head Legal di Indosat juga ditinggalkan oleh Dewi Pelitawati.

Kabar terbaru, Indosat kembali ditinggal oleh dua sosok penting. Andy Jobs, Vice President Marketing Communication, dan Agung Widjanarko, Division Head BlackBerry Solutions, juga akan beranjak pergi untuk meninggalkan Indosat. Andy punya peran besar dalam komunikasi pemasaran Indosat. Sedangkan Agung pegang peran penting dalam ekspansi BlackBerry Indosat.

"Semua yang keluar itu termasuk orang-orang terbaik Indosat," sesal orang dalam Indosat yang tak mau disebut namanya, kepada detikINET di Jakarta, Rabu (7/7/2010).

Menurut penuturan dia, Andy telah mengajukan surat resign, efektif per 1 Agustus 2010. Sedangkan Agung, katanya, sudah exit interview kemarin. "Kalau mau resign di Indosat musti exit interview dulu. Ditanya alasan dan lainnya, termasuk hitung-hitungan kompensasi. Juga kalau ada pinjaman dan lain-lain."

"Banyak alasan untuk keluar dari Indosat sekarang. Mulai dari top manajemen yang tidak menyenangkan dan terlalu menekan, wewenang yang dipangkas, remunerasi yang sudah tak seseksi dulu karena bonus-bonus yang jauh berkurang. Sementara gaji sebetulnya sangat kecil kalau dibandingkan dengan perusahaan lain di industri telekomunikasi. Malah lebih banyak alasan untuk keluar daripada bertahan di Indosat," papar sang sumber terpercaya panjang lebar.

Selain level petinggi, jumlah pegawai yang keluar dari Indosat kabarnya lebih banyak lagi jika termasuk dihitung hingga ke level manajer. Namun jumlah pastinya belum diketahui.

Harry Sasongko, sang Dirut dan CEO Indosat, dalam beberapa kesempatan sempat dimintai komentarnya tentang fenomena banyaknya pegawai Indosat yang memilih untuk hengkang. Menurutnya, hal itu wajar terjadi di perusahaan sebesar Indosat.

"Di perusahaan sebesar Indosat, perpindahan pegawai itu hal yang wajar dan biasa terjadi. Tolong jangan dikaitkan ke hal yang aneh-aneh. Siapa tahu ada kesempatan yang lebih baik di tempat lain," ujarnya.

Harry juga mengaku tidak terjadi keretakkan di manajemen yang dipimpinnya. "Tidak ada hubungannya dengan kinerja atau kekompakkan manajemen. Jika ada yang mundur, baiknya ditanya ke pihak bersangkutan," tandasnya.

(rou/ash)





Hide Ads