"Hingga saat ini sudah habis menghabiskan sekitar US$ 50 juta," ujarnya dalam soft launch 4G Sitra Wimax di Hotel Imperial Aryaduta, Tangerang, Senin (28/6/2010).
Hengkie memaparkan, pada awalnya First Media telah mengeluarkan investasi US$ 25 juta untuk merealisasikan penyelenggaraan Wimax. Dana itu di antaranya untuk biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi tahun pertama Rp 110 miliar, dan untuk infrastruktur lebih dari Rp 500 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk infrastruktur, Sitra Wimax telah memiliki jaringan serat optik sepanjang 5000 kilometer yang terhubung ke lebih dari 600 titik last mile sebagai point of presence (PoP).
Dari titik last mile serat optik itu, jaringan Wimax kemudian akan dikoneksikan melaluiΒ base station Wimax 16d yang ditempatkan di menara pemancar.
Sitra menggunakan infrastruktur eksisting, makanya bisa hadir lebih cepat. Tinggal bangun BTS-nya saja. Menaranya disewa dari Protelindo, XL, Indosat, dan Indonesia Tower.
Menurut Direktur Keuangan First Media, Indra Djaja, danaΒ yang diperlukan setidaknya mencapai Rp 1 triliun. "Dananya akan kita dapatkan dari kas internal dan dari eksternal seperti pinjaman perbankan. Bisa juga dari pasar modal, semua opsi akan kita jajaki dan cari yang terbaik," kata dia.
(ash/wsh)