Pusat layanan untuk small medium enterprise (SME) atau UKM ini diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, Direktur Enterprise and Wholesale Telkom Arief Yahya, serta EGM Telkom Divisi Business Service Slamet Riyadi, di Gedung SMESCO-UKM, Jakarta, Kamis (1/4/2010).
Rinaldi menjelaskan, tujuan Telkom mendirikan SME Center antara lain adalah untuk meningkatkan kompetensi serta daya saing UKM, baik di kancah bisnis domestik maupun internasional melalui dukungan solusi TIK yang ditawarkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di Jakarta, SME Center rencananya akan hadir di kota-kota lain. Berdasarkan rencana pembangunan tahun 2010, SME Center juga akan didirikan di Plasa Telkom ITB Bandung, Cimahi, Cirebon, Medan,Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Makassar, Banjarbaru, Denpasar, dan Lombok.
Telkom sendiri menilai pasar bisnis di kalangan UKM saat ini bisa berjumlah triliunan rupiah jika saja mereka menerapkan solusi TIK yang tepat. EGM Telkom DBS Slamet Riyadi sebelumnya sempat menuturkan, prospek bisnis UKM melalui TIK bisa mencapai Rp 18,6 triliun di tahun 2014 mendatang.
"Nilai bisnis di 2014 bisa melonjak 60,3% dari nilai bisnis di 2010 yang kami perkirakan berjumlah Rp 11,6 triliun. Dengan solusi TIK yang tepat, bisnis UKM per tahunnya bisa tumbuh dengan nilai Compound Annual Growth Rate sekitar 12,83%," jelasnya.
Melalui dukungan solusi TIK yang sesuai kebutuhan para pebisnis UKM, Slamet bahkan optimistis nilai bisnis di kalangan pengusaha kelas SME ini akan mulai meningkat 10,9% menjadi Rp 12,87 triliun di tahun 2011 mendatang. (rou/faw)