Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Serangan Udara di Iran Lontarkan Puluhan Ribu Ton Gas Beracun

Serangan Udara di Iran Lontarkan Puluhan Ribu Ton Gas Beracun


Fino Yurio Kristo - detikInet

Asap dan api membubung ke langit setelah serangan Israel menghantam depot minyak Shahran di Teheran, Iran, pada 15 Juni 2025. (STRINGER/GETTY IMAGES)
Foto: STRINGER/GETTY IMAGES
Jakarta -

Sebuah analisis menemukan bahwa serangan satu hari terhadap empat kilang minyak Iran beberapa waktu silam, menghasilkan sulfur dioksida (SO2) yang setara dengan letusan gunung berapi.

Penginderaan jauh dari satelit meteorologi China dan Eropa mengungkap kebakaran akibat serangan Israel ke kilang dan fasilitas penyimpanan minyak Iran pada 7 Maret, melepaskan total sekitar 33.000 ton SO2 hingga tanggal 8 Maret. Awan gas beracun tersebut menempuh jarak sekitar 2.000 kilometer pada 9 Maret, mencapai hingga Asia Timur.

Menurut studi yang diterbitkan di jurnal Advances in Atmospheric Sciences, meskipun awan tersebut sebagian besar terurai pada akhir tanggal 9 Maret, dampak dari peristiwa ini tidak boleh diabaikan begitu saja hanya karena durasinya yang relatif singkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polutan tersebut bercampur dengan curah hujan sehingga menghasilkan "hujan hitam" yang berpotensi korosif dan sarat partikel beracun seperti hidrokarbon. "Beberapa penduduk mengalami sakit kepala, rasa pahit di mulut, iritasi mata dan kulit, serta kesulitan bernapas," tulis penulis studi yang dikutip detikINET dari Live Science.

Perang antara AS, Israel, dan Iran diketahui melepaskan sejumlah besar karbon dioksida (CO2) di samping gas rumah kaca lain. Analisis baru-baru ini menemukan bahwa, antara 28 Februari dan 14 Maret, perang tersebut menyumbang emisi CO2 lebih besar daripada total emisi Islandia sepanjang 2024.

ADVERTISEMENT

Kini, peneliti memetakan ukuran dan lintasan kepulan SO2 yang dilepaskan setelah serangan 7 Maret ke depo minyak Fardis, Shahran, dan Aghdasieh, serta Kilang Minyak Teheran. Untuk melacak awan tersebut, ilmuwan menganalisis data dari satelit FengYun 3 milik China dan satelit Sentinel-5 Precursor milik Badan Antariksa Eropa.

Para ilmuwan menemukan bahwa jumlah SO2 di atmosfer Teheran meningkat tajam pada 8 Maret. Area yang terdampak mencakup sekitar 300.000 kmΒ² dengan angin timur laut membawa kepulan raksasa tersebut hingga ke Asia Timur.

Sebagai perbandingan, letusan gunung berapi Eyjafjallajokull di Islandia tahun 2010 memuntahkan total sekitar 22.000 ton SO2 selama tiga hari. Kepulan abunya begitu luas hingga melumpuhkan penerbangan di Eropa selama hampir sebulan dan menyebabkan berbagai dampak kesehatan.

SO2 merupakan prekursor (pembentuk) utama hujan asam, dengan dampak lingkungan sangat besar, seperti melunturkan nutrisi dari tanah dan mencemari saluran air. Polusi, termasuk dari sulfur dioksida, juga dikaitkan dengan depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya.




(fyk/fyk)




Hide Ads