Sebab, menurut Deputi Sekretaris Perusahaan Telkomsel, Aulia Ersyah Marinto, dengan pola penagihan SKA, Telkomsel tak mendapatkan keuntungan sepeser pun
meski jaringannya dibebani oleh SMS dari operator lain.
"Kalau dengan sistem SKA, operator penerima tak bisa berbuat apa apa. Tidak ada revenue yang masuk walaupun jaringannya terbebani," ujarnya kepada detikINET, Senin (8/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebaiknya, regulator membuat regulasi yang bisa berlaku fair untuk semua operator. Ini penting agar tidak ada operator yang terbebani karena aksi komersial dari operator lain. Solusi SMS base interconnection charge merupakan salah satu jawaban," tegasnya.
Telkomsel yang menguasai 50% pasar dengan jumlah 82 juta pelanggan, sempat keberatan dengan program SMS gratis yang dilancarkan operator lain. Keberatan
ini telah diajukan kepada regulator dan berujung pada dihentikannya program SMS gratis lintas operator.
Namun di sisi lain, setelah semua sepakat tidak lagi menawarkan SMS gratis lintas operator, Telkomsel malah berbalik menawarkan SMS gratis kepada
pelanggannya. Bahkan kabarnya, Telkomsel makin gencar dalam mengiklankan tawaran yang dilarang tersebut.
Banyak yang mengira, aksi tebar promosi SMS gratis lintas operator ini dilakukan Telkomsel untuk mendesak regulator agar permintaannya mengubah pola SMS dari SKA menjadi berbasis interkoneksi dipenuhi. Aulia sendiri tak mau menanggapi hal ini.
(rou/ash)