Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indosat Tampik Isu Penggelembungan Pelanggan

Indosat Tampik Isu Penggelembungan Pelanggan


- detikInet

Jakarta - Indosat menampik isu penggelembungan data jumlah pelanggan selulernya. Anak perusahaan Qatar Telecom itu mengaku telah melaporkan pencapaian jumlah pelanggan terakhir kepada otoritas bursa.

Menurut Group Head Corporate Communication Indosat, Adita Irawati, data mengenai jumlah pelanggan 2009 sebesar 33,1 juta adalah data yang telah dilaporkan secara resmi kepada Bapepam, Bursa Efek Indonesia dan New York Stock Exchange.

"Sehingga data tersebut adalah data resmi yang sudah melalui serangkaian penghitungan yang dilakukan berdasarkan prinsip Good Corporate Governance," jelasnya kepada detikINET, Rabu (17/2/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Indosat diberitakan mendapat terpaan isu penggelembungan data pelanggan seluler selama kuartal keempat 2009 lalu. Sejak menghanguskan enam juta pelanggan pada kuartal pertama dan kedua tahun itu, pelanggan Indosat melonjak drastis di akhir tahun.

Namun lonjakan jumlah pelanggan 4,4 juta hanya dalam satu kuartal tidak disertai dengan paparan kinerja keuangan perusahaan. Hal ini yang menimbulkan spekulasi adanya dugaan aksi penggelembungan data pelanggan.

"Adapun dugaan penggelembungan data oleh Indosat adalah sama sekali tidak benar. Indosat sebagai perusahaan public selalu tunduk pada ketentuan perundangan dan peraturan yang berlaku dengan selalu menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik," tampik Adita dalam klarifikasinya.

Indosat sendiri mengaku belum bisa menjabarkan soal laporan keuangannya karena tengah dalam masa silent period atau periode di mana perusahaan tidak dapat menyampaikan informasi mengenai kinerja perusahaan menjelang pengumuman kinerja oleh induk perusahaan di awal Maret 2010 mendatang.

Menurut Adita, hal itu adalah praktek yang umum dilaksanakan oleh perusahaan publik untuk menjaga kesetaraan penyebaran informasi kepada publik menjelang dilakukannya pengumuman kinerja perusahaan atau induk perusahaan atau karena adanya suatu corporate action.

"Adapun laporan kinerja yang lengkap baru bisa disampaikan pada bulan Maret 2010 mendatang," tandas sang juru bicara perusahaan. (rou/ash)




Hide Ads