Demikian diakui oleh Kencono Wibowo, Vice President XL Central Region saat berbincang dengan detikINET usai meluncurkan layanan Paket Combo di Grha XL Central Region, Jalan RE Martadinata No 7, Selasa (9/2/2010). Menurutnya kejadian serupa juga jangan sampai terjadi di wilayah yang berada di bawah pantauannya, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta.
"Kita akan ajak bicara pemda-pemda tersebut. Dan saya kira Pemprov Jabar masih bisa diajak bicara. Tidak lah, kita tidak ingin kejadian di Badung terjadi di sini," papar pria yang akrab disapa Pak Wok itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Issuenya adalah penambahan kapasitas. Artinya kita akan pasang tower-tower di daerah yang padat jaringannya. Di samping pula untuk coverage area," ungkapnya.
Disinggung mengenai rencana dari Pemkot Bandung yang akan menarik retribusi dari tower yang dimiliki oleh operator, Pak Wok mengaku akan mengikuti kebijakan dari masing-masing daerah.
"Tapi ya harus dihitung dulu. Apakah nilainya masuk di akal atau tidak. Nanti kalau terlalu mahal kan yang kasian juga pelanggan. Karena mau tidak mau bebannya akan kembali ke pelanggan," katanya.
Pak Wok juga tidak bisa memastikan berapa estimasi biaya yang realistis untuk masing-masing tower jika ditarik retribusi. "Kita tidak bisa memastikan berapa biaya yang realistis. Pokoknya selama masih bisa dibicarakan kita patuhi regulasinya," pungkasnya.
Setelah Perda tentang tower diberlakukan, pada bulan November 2010, Pemkot Bandung akan membatasi jumlah tower di Kota Bandung hanya sebanyak 500 tower. Tak hanya itu, Pemkot juga berencana untuk mendapatkan tambahan pendapatan asli daerah (PAD) dari populasi tower yang ada saat ini di Kota Bandung.
(afz/wsh)