Hal itu misalnya dilakukan oleh Telkom Bandung untuk menghadapi banjir yang kerap menerjang STO Rancaekek. Pompa air dan hair dryer jadi senjata andalan.
Sebenarnya, dari sisi bangunan, STO Rancaekek sudah mengadaptasi kondisi banjir tahunan. Caranya, dengan meninggikan bangunan serta menempatkan sentral telepon serta perangkat lainnya di lantai atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang di Rancaekek itu langganan banjir. Kami sudah antisipasi dengan memindahkan perangkat kami ke atas serta meninggikan bangunan," ujar Corporate Secretary Telkom Bandung, Irwan Sobrian saat berbincang dengan detikINET di BeMall, Bandung.
Irwan mengatakan musim banjir 2010 ini telah menghantam Telkom Bandung. Nilai kerugiannya, termasuk opportunity cost, mencapai Rp 150 juta.
Meski demikian, Irwan mengatakan, tidak semua pelanggan STO Rancaekek yang mengalami gangguan. Diperkirakan, dari 11.000 pelanggan, hanya sekitar 600 yang terkena dampak banjir.
(afz/wsh)